Ditemukan Meninggal Bulan Agustus, Jenazah Jamil Warga Timbang Cigandamekar Dijadwalkan Segera Pulang dari Laos

KUNINGAN (MASS) – Kabar yang dinantikan keluarga almarhum Jamil, warga Desa Timbang, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, akhirnya menemui titik terang. Setelah sebelumnya keluarga berjuang memulangkan jenazah almarhum dari Laos, kini proses pemulangan ke Indonesia telah dijadwalkan.

Perwakilan keluarga, Iyah Syamsiyah, menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diterima keluarga, jenazah direncanakan diberangkatkan melalui layanan kargo dari Laos menuju Indonesia pada 4 November 2026. Jenazah diperkirakan tiba di Kuningan pada 5 atau 6 November 2026, menyesuaikan kelancaran perjalanan dan proses administrasi.

“Alhamdulillah, penantian kami mulai mendapat kepastian. Sesuai informasi yang kami terima, jenazah almarhum dijadwalkan diberangkatkan dari Laos pada 4 November. Insya Allah, tanggal 5 atau 6 November sudah sampai di Kuningan. Mohon doa agar seluruh prosesnya berjalan lancar,” ujar Iyah Syamsiyah mewakili keluarga, Senin (2/4/2026) kemarin.

Mewakili keluarga, ia menyampaikan terima kasih kepada Kemenlu, KBRI Laos dan khususnya kepada Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, atas bantuan dan pendampingannya dalam mengupayakan pemulangan jenazah. Keluarga juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan doa, materi, perhatian, dan dukungan sejak kabar duka tersebut diterima.

“Atas nama keluarga, kami mengucapkan terima kasih kepada pihak Kemenlu, KBRI Laos dan khususnya kepada Ibu Rieke Diah Pitaloka yang telah membantu dan mendampingi perjuangan kami agar jenazah almarhum bisa dipulangkan. Terima kasih juga kepada seluruh warga masyarakat yang terus mendoakan dan memberikan dukungan. Semua itu sangat berarti bagi keluarga kami,” tuturnya.

Menurut informasi yang diterima keluarga, Rieke Diah Pitaloka juga direncanakan turut mengantar jenazah ke Kuningan. Kepastian kehadiran dan waktu kedatangan akan mengikuti perkembangan jadwal pemulangan. Hal ini jadi kabar melegakkan setelah sebelumnya keluarga dilaporkan kesulitan memulangkan jenazah Jamil dari Laos.

Dari kejadian ini, pihak keluarga berharap peristiwa yang menimpa almarhum menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat. Iyah mengingatkan agar siapa pun lebih berhati-hati terhadap ajakan bepergian atau bekerja yang tidak disertai kejelasan tujuan, jenis pekerjaan, perusahaan, maupun pihak yang bertanggung jawab.

“Cukuplah kejadian yang menimpa keluarga kami menjadi pelajaran bersama. Jangan mudah tergoda janji gaji besar atau ajakan berangkat apabila tujuan dan pekerjaannya tidak jelas. Periksa dahulu informasinya, bicarakan dengan keluarga, dan pastikan melalui jalur resmi,” pesan Iyah.

Keluarga memohon doa agar proses pemulangan hingga kedatangan jenazah di Kuningan diberikan kelancaran. Informasi mengenai kepastian waktu kedatangan dan pelaksanaan pemakaman akan disampaikan setelah keluarga memperoleh konfirmasi lebih lanjut.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah peduli. Semoga Allah membalas segala kebaikan yang diberikan. Kami mohon doa agar almarhum diampuni segala kesalahannya, mendapat tempat terbaik di sisi Allah, dan keluarga diberi ketabahan,” tutupnya. (eki)