KUNINGAN (MASS) – Terjangan angin puting beliung yang melanda Desa Mekarsari, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, Kamis (29/10/2026), membuat puluhan warga harus menghadapi kenyataan pahit akibat kerusakan tempat tinggal mereka. Tak hanya merusak bagian atap dan bangunan, bencana tersebut bahkan menyebabkan tujuh rumah mengalami kerusakan berat.
Dari hasil pendataan sementara, sekitar 80 rumah di Desa Mekarsari mengalami kerusakan ringan, sementara tujuh rumah lainnya masuk kategori rusak berat. Dampak serupa juga dilaporkan terjadi di Desa Bunigeulis.
Bupati Kuningan, Dr Dian Rachmat Yanuar, meninjau langsung lokasi bencana sekaligus menemui masyarakat terdampak, Jumat (30/10/2026). Dalam kesempatan itu, ia memastikan pemerintah daerah tidak hanya memberikan bantuan darurat, tetapi juga menyiapkan langkah lanjutan untuk mengembalikan kondisi hunian warga.
“Pemerintah daerah sudah mengambil langkah tanggap darurat dengan memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak. Insyaallah, minggu depan kita upayakan proses perbaikan rumah, termasuk mengirimkan material bangunan,” tutur Dian.
Menurutnya, tujuh rumah yang mengalami kerusakan berat menjadi salah satu prioritas penanganan. Pemerintah daerah akan mengupayakan proses pembangunan kembali melalui skema Belanja Tidak Terduga (BTT), dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku.
Dian mengakui, kondisi sejumlah rumah yang diterjang angin sangat memprihatinkan. Bahkan, terdapat bangunan yang hampir seluruh bagiannya hancur sehingga membutuhkan penanganan serius agar pemiliknya bisa kembali memiliki tempat tinggal yang aman.
“Kasihan masyarakat, ada rumah yang kondisinya sampai habis diterjang angin puting beliung. Kita akan berupaya agar tujuh rumah yang rusak berat bisa segera dibangun kembali. Mohon doa agar prosesnya berjalan lancar,” tuturnya.
Selain menyiapkan dukungan anggaran dan material bangunan, Pemkab Kuningan juga memperkuat koordinasi dengan berbagai unsur terkait, termasuk Kapolres Kuningan beserta jajaran. Sinergi tersebut diperlukan agar penanganan tidak berhenti pada tahap tanggap darurat, tetapi berlanjut hingga pemulihan kondisi masyarakat.
Bagi warga terdampak, kepastian perbaikan rumah menjadi hal penting setelah bencana merusak tempat mereka berlindung. Terlebih, rumah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan tempat keluarga menjalani kehidupan sehari-hari.
Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap langkah percepatan penanganan tersebut dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan warga yang kehilangan atau mengalami kerusakan hunian berat dapat kembali tinggal di rumah yang layak.
Kini, tantangan berikutnya adalah memastikan rencana bantuan dan perbaikan benar-benar terealisasi sehingga masyarakat Desa Mekarsari dan wilayah terdampak lainnya dapat segera bangkit dari bencana. (didin)
