CIREBON (MASS) – Peringatan International Coffee Day 2026 di Cirebon menjadi ruang pertemuan bagi para pegiat kopi dari berbagai daerah. Kegiatan yang digelar melalui kolaborasi Indonesia Coffee Movement dan UKM Senjapreneur ini berlangsung pada 1–2 Oktober 2026 di Grage Grand Business Hotel Cirebon.
Acara tersebut berkolaborasi dengan rangkaian kegiatan Titik Nol 10.0. Sejumlah agenda diselenggarakan untuk mendorong kreativitas anak muda sekaligus mempertemukan pelaku industri kopi dari berbagai wilayah.
Ketua Pelaksana Titik Nol 10.0, Gilang Cikal Listanto menyebutkan dua agenda yang menjadi bagian dari kegiatan ini adalah kompetisi Tarung Tiga tingkat regional di Cirebon dan Cirebon Cup Tasters Championship.
“Ada dua agenda husus dalam kegiatan ini yang memberikan ruang bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan serta bersaing secara sportif di bidang kopi,” tuturnya kepada kuninganmass.com Kamis (8/10/2026).
Peserta yang hadir berasal dari sejumlah daerah, mulai dari Jakarta, Bandung, Majalengka, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kuningan, Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, hingga Bali. Kehadiran peserta lintas daerah ini mempertemukan orang-orang yang memiliki ketertarikan dan keterlibatan dalam dunia kopi.
“Peserta hadir dari berbagai wilayah, Jakarta, Bandung, bali, Pekalongan, sama banyak dari yang lainnya juga,” tuturnya
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama proses persiapan maupun pelaksanaan kegiatan, baik secara pribadi maupun dari pihak panitia.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dan mendukung kegiatan ini. Kami juga memohon maaf apabila selama persiapan dan pelaksanaan masih terdapat kekurangan,” ujarnya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang untuk mengembangkan kreativitas generasi muda. Melalui pertemuan dan perlombaan, peserta diharapkan dapat bertukar pengalaman, mengasah kemampuan, serta membangun jejaring di dunia kopi.
“Selain itu, kegiatan ini mempertemukan pegiat kopi dari hulu hingga hilir. Artinya, ruang pertemuan tersebut dapat melibatkan berbagai pihak dalam ekosistem kopi, mulai dari proses produksi hingga penyajian kepada konsumen,” pungkasnya. (raqib)
