Belum Terima Informasi Resmi, Camat Cigugur Minta Rencana Tol Cirebon-Tasik Utamakan Lingkungan

KUNINGAN (MASS) – Rencana pembangunan Jalan Tol Cirebon – Tasikmalaya yang disebut akan melintasi wilayah Kabupaten Kuningan khususnya kawasan Gunung Ciremai mendapat perhatian dari pemerintah Kecamatan Cigugur.

Camat Cigugur Yono Rahmansyah meminta agar apabila rencana ini benar-benar direalisasikan, aspek lingkungan dan sosial menjadi perhatian utama dalam proses perencanaannya.

Yono mengatakan, hingga saat ini pihak Kecamatan Cigugur belum menerima informasi resmi dari instansi terkait mengenai penetapan wilayahnya sebagai salah satu lokasi yang akan dilintasi jalan tol.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, Kecamatan Cigugur salah satu daerah yang terlewati. Kami mendengar informasi tersebut dari pemberitaan. Sampai saat ini kami perlu sampaikan, kami secara resmi belum menerima tentang menjadikan Kecamatan Cigugur sebagai salah satu lokasi yang terlewati oleh jalan tol,” kata Yono, Senin (27/9/2026).

Menurutnya, informasi mengenai rencana tersebut sejauh ini diketahui melalui pemberitaan dan media sosial. Karena itu, pihaknya memilih untuk menunggu informasi resmi dari instansi berwenang sebelum mengambil sikap lebih jauh.

“Kami ingin melangkah berdasarkan informasi yang valid dari instansi yang terkait tentang pembangunan jalan tol yang memasukkan Kecamatan Cigugur sebagai salah satu lokasi,” ujarnya.

Meski demikian, Yono menyampaikan jika pembangunan jalan tol tersebut nantinya benar-benar diputuskan untuk dilaksanakan, ia berharap perencanaannya dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan berbagai aspek.

Menurutnya, pembangunan jalan tol memang memiliki tujuan strategis, khususnya dalam mempercepat akses transportasi, pergerakan masyarakat, maupun jalur logistik dari Cirebon menuju Tasikmalaya. Namun, pembangunan infrastruktur tersebut juga harus memperhatikan kondisi lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat di wilayah yang dilintasi.

“Kalaupun ke depan pembangunan jalan tol itu diputuskan untuk jadi, saya ingin menyampaikan usulan agar betul-betul lingkungan ini yang diprioritaskan,” katanya.

Ia menekankan pentingnya kajian yang menyeluruh agar pembangunan jalan tol tidak justru menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

“Jadi, kajian yang betul-betul komprehensif dan segala aspek, termasuk aspek lingkungan, aspek sosial, dan sebagainya, betul-betul diperhatikan sehingga jalan tol ini tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” tutur Yono.

Terkait wilayah yang kemungkinan dilintasi, Yono menyebut sejumlah kecamatan berdasarkan pengamatan awalnya. Namun, ia menegaskan informasi tersebut masih berupa perkiraan dan bukan penetapan resmi.

“Kalau saya lihat tentu saja, Kecamatan Cilimus, kemudian masuk ke Jalaksana, Kramatmulya, Cigugur, kemudian juga Kadugede dan Darma. Saya kira itu enam kecamatan,” ujarnya.

Yono kembali mengingatkan bahwa perkiraan itu masih dapat berubah karena pihaknya belum menerima informasi resmi mengenai trase jalan tol tersebut. “Ini hanya perkiraan kasar saya, bisa jadi salah,” katanya.

Khusus di Kecamatan Cigugur, Yono memperkirakan terdapat tiga desa yang kemungkinan berada di sekitar jalur rencana tersebut, yakni Desa Gunungkeling, Cisantana, dan Puncak.

“Kalau lihat jalur-jalurnya, jalur yang agak barat, kemungkinan besar tiga desa itu,” pungkasnya. (didin)