KUNINGAN (MASS) – Fortuna FC keluar sebagai juara Kencana Cup Desa Lebaksiuh 2026 setelah mengalahkan Birday FV melalui drama adu penalti pada laga final di Lapangan Sepak Bola Sacamangala, Desa Lebaksiuh, Minggu (27/9/2026).
Laga puncak berlangsung ketat dan menarik. Kedua kesebelasan menampilkan permainan kompetitif dengan sejumlah pemain muda yang mampu menyuguhkan pertandingan menarik di hadapan masyarakat yang memadati lapangan.
Kemenangan melalui adu penalti memastikan Fortuna FC membawa pulang gelar juara sekaligus piala bergilir Kencana Cup 2026.
Turnamen tahun ini mengusung tema “Bangkitnya Sepak Bola dan Seleksi Talenta Muda” dan berlangsung selama hampir tiga pekan, mulai 10 hingga 27 September 2026. Kompetisi diikuti perwakilan dari berbagai RT dan klub sepak bola di Desa Lebaksiuh dengan memperebutkan piala tetap, piala bergilir, serta uang pembinaan.
Panitia Kencana Cup 2026, Ucok Surahman, mengatakan turnamen sepak bola ini menjadi wadah kompetisi sekaligus kesempatan bagi pemain muda untuk menunjukkan kemampuan.
“Acara digelar selama hampir tiga minggu dan diikuti oleh perwakilan tiap RT dan klub sepak bola. Kami memperebutkan piala tetap, piala bergilir dan uang pembinaan,” ujar Ucok.
Selain pertandingan antarklub, Kencana Cup juga menghadirkan laga persahabatan antara Kencana Legend dan tim eks pemain PESIK Kuningan. Sejumlah mantan pemain PESIK seperti Koc Ade Piit, Santos, Lole dan Uci turut tampil.
Kehadiran para pemain senior menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sekaligus memberi motivasi bagi pemain muda yang ambil bagian dalam turnamen.
Tokoh Desa Lebaksiuh sekaligus penasihat panitia, Amuy Bukhori, mengatakan Kencana Cup memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar perebutan gelar juara. Menurutnya, kompetisi ini dapat menjadi ruang untuk menyeleksi pemain muda yang berpotensi berkembang ke level lebih tinggi.
“Ini tidak hanya pertandingan biasa, tetapi juga menjadi ajang seleksi untuk melahirkan talenta-talenta muda agar bisa berkiprah di level yang lebih profesional dan lebih tinggi,” ujar Amuy.
Ia mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat selama turnamen, terutama saat pertandingan final.
“Melihat penonton yang di luar dugaan bisa membludak, insyaallah tahun-tahun berikutnya akan diadakan semeriah mungkin,” katanya.
Ia berharap Kencana Cup dapat menjadi momentum untuk menghidupkan kembali persepakbolaan Desa Lebaksiuh sekaligus memperkuat pembinaan pemain muda agar mampu berkembang dan membawa nama desa ke tingkat yang lebih tinggi. (didin)
