KUNINGAN (MASS) – Puluhan santri di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Pancalang Kabupaten Kuningan, mengalami keluhan demam, batuk dan pilek dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut membuat belasan santri harus mendapatkan penanganan di rumah sakit pada Jumat (25/9/2026) malam.
Menindaklanjuti munculnya keluhan kesehatan secara bersamaan, petugas Puskesmas melakukan pemeriksaan atau screening terhadap para santri di lingkungan Pondok Pesantren Miftahul Ulum. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan para santri sekaligus memberikan penanganan awal.
Dari pemeriksaan tersebut, sebanyak 50 santri diperiksa oleh petugas kesehatan. Jumlah tersebut terdiri dari 27 santri laki-laki dan 23 santri perempuan.
Dokter Puskesmas, Teguh, mengatakan sebagian santri yang diperiksa mengalami gejala yang menyerupai flu, seperti demam, pilek dan batuk. Berdasarkan pemeriksaan awal, terdapat kemungkinan adanya influenza A, namun hal tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.
“Dari pemeriksaan di sini, banyak yang mengalami flu seperti demam, pilek atau batuk. Ada kemungkinan virus influenza A,” tuturnya Minggu (27/9/2026).
Menurut Teguh, kemungkinan tersebut juga melihat kondisi sejumlah kasus influenza yang sedang terjadi. Namun, pihaknya tidak langsung menyimpulkan seluruh santri yang mengalami gejala tersebut positif influenza A.
“Untuk kemungkinan mungkin ada, karena mungkin dari beberapa kasus sekarang ini sedang marak terjadi kemungkinan terjadi influenza A,” ujarnya.
Belasan santri sebelumnya dilarikan ke rumah sakit dalam waktu yang hampir bersamaan setelah mengalami demam, batuk dan pilek. Banyaknya pasien yang datang dalam waktu berdekatan sempat membuat pelayanan medis meningkat, terlebih ruang Instalasi Gawat Darurat saat itu sudah dipenuhi pasien lainnya.
Tim Puskesmas kemudian memberikan penyuluhan kepada para santri dan pengelola pondok pesantren mengenai langkah pencegahan serta penanganan apabila muncul gejala serupa.
“Akan tetapi tadi juga kami dari tim puskesmas sudah memberikan penyuluhan atau pengarahan kepada santri atau santriwati untuk pencegahan atau penanganan bila terjadi kasus tersebut,” pungkasnya. (raqib)
