Rofia Pulang, Warga Cipetir Tumpah Ruah Sambut Sang Idola

KUNINGAN (MASS) – Suasana meriah menyambut kepulangan Rofia terasa di kampung halamannya. Putri Desa Cipetir, Kecamatan Lebakwangi, itu disambut hangat masyarakat setelah beberapa bulan berjuang dan tampil di panggung D’Academy 8 Indosiar.

Penyambutan Rofia berlangsung di Lapangan Bola Desa Cipetir, Kecamatan Lebakwangi, Sabtu (26/9/2026). Sejumlah masyarakat turut hadir untuk memberikan apresiasi atas perjuangan Rofia yang telah membawa nama Kabupaten Kuningan ke panggung kompetisi musik dangdut nasional.

Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani turut hadir dalam penyambutan tersebut. Ia mengapresiasi perjuangan Rofia selama mengikuti D’Academy 8 dan menyebut kiprahnya sebagai pengalaman sekaligus kebanggaan bagi masyarakat Kuningan.

Menurut Tuti, kepulangan Rofia ke Desa Cipetir menjadi momentum untuk memberikan dukungan sekaligus menyemangatinya agar terus melanjutkan perjalanan di dunia musik.

“Hari ini kami bersama seluruh masyarakat Desa Cipetir merayakan penyambutan Neng Rofia setelah beberapa bulan mengikuti D’Academy. Tentunya kami bahagia bisa menyambut kembali Neng Rofia ke desa tempat kelahirannya,” ucap Tuti.

Tuti berpesan agar Rofia tidak berhenti berkarya setelah menyelesaikan perjalanannya di ajang tersebut. Menurutnya, setiap kompetisi memiliki dinamika dan hasil yang harus diterima sebagai bagian dari sebuah proses.

“Bukan karena kegagalan. Dalam sebuah kompetisi pasti ada yang harus lebih diunggulkan. Yang terpenting, Neng Rofia harus tetap semangat,” katanya.

Ia juga mendorong Rofia untuk terus meningkatkan kemampuan melalui latihan yang konsisten. Pengalaman tampil di panggung D’Academy, kata Tuti, dapat menjadi bekal berharga untuk menghadapi berbagai peluang di masa mendatang.

“InsyaAllah prestasi-prestasi ke depan akan diraih. Teruslah berlatih, karena dengan latihan yang konsisten mudah-mudahan mendapatkan hasil yang maksimal,” ujarnya.

Bagi Tuti, kehadiran Rofia di panggung D’Academy telah menjadi bagian dari kebanggaan masyarakat Kuningan. Kiprahnya tidak hanya mendapat perhatian dari keluarga dan warga Desa Cipetir, tetapi juga membawa nama Kabupaten Kuningan ke panggung hiburan nasional.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh Rofia selama mengikuti kompetisi dapat menjadi pijakan untuk terus berkembang dan mengukir prestasi di dunia musik dangdut.

“Ini menjadi kebahagiaan dan kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Kuningan, khususnya Desa Cipetir. Tetap semangat dan jangan berhenti berkarya,” tutup Tuti. (didin)