KUNINGAN (MASS) – Fenomena kekeringan masih dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Kuningan. Meski beberapa hari lalu hujan sempat turun di beberapa wilayah, kondisi tersebut belum merata sehingga sebagian daerah masih mengalami cuaca kering dan kesulitan mendapatkan air.
Kondisi ini menjadi perhatian masyarakat, terutama petani yang membutuhkan air untuk mengolah lahan pertanian. Hujan yang turun di beberapa wilayah juga belum serta-merta mengakhiri kondisi kering yang sebelumnya berlangsung cukup lama.
Prakirawan BMKG Kertajati, Tri Yulianto, menjelaskan hujan yang terjadi di sejumlah wilayah Kuningan beberapa waktu lalu dipengaruhi oleh pertumbuhan awan hujan yang cukup aktif.
“Terjadinya hujan di Kuningan karena terdapat pertumbuhan awan hujan aktif, khususnya di wilayah Jawa Barat bagian barat,” tuturnya saat diwawancara kuninganmass.com Sabtu (26/9/2026).
Menurutnya, pertumbuhan awan hujan tersebut kemudian meluas ke sejumlah wilayah lain di Jawa Barat, termasuk wilayah bagian selatan. Kondisi tersebut membuat beberapa daerah seperti Sumedang, Kuningan hingga Majalengka berpotensi mengalami hujan.
“Pertumbuhan awan hujan itu meluas ke area selatan, termasuk Sumedang, Kuningan hingga Majalengka,” ujarnya.
Meski demikian, hujan yang turun secara lokal tidak berarti seluruh wilayah langsung terbebas dari kondisi kekeringan. BMKG pada periode akhir September 2026 masih mencatat kondisi kering yang cukup dominan di Indonesia. Di Jawa Barat, Kabupaten Kuningan juga masuk dalam wilayah yang mendapatkan peringatan dini kekeringan meteorologis. (raqib)
