KUNINGAN (MASS) – Punya nahkoda baru, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan terus menguatkan program untuk pembinaan bagi warga binaan.
Tak hanya jadi tempat penahanan, Lapas Kuningan mencanangkan program yang memungkinkan para narapidana, nantinya bisa mandiri, siap kerja, saat kembali ke masyarakat.
Hal itulah yang ditegaskan Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan Eries Sugianto, saat menjelaskan unit usaha peternakan terintegrasi bernama “Wangun Mandiri Farm”, dalam pertemuan dengan insan jurnalis, Selasa (22/9/2026) kemarin.
Dalam pertemuan di Aula Lapas Kuningan itu, Eries bilang bahwa mewujudkan lingkungan Lapas yang aman, patuh dan berintegritas, akan menjadi konsen pihaknya sehingga bisa memfokuskan energi pada ketahanan pangan dan pembekalan warga binaan.
“Kita sadar bahwa masalah utama yang dihadapi oleh mantan warga binaan adalah besarnya stigma dan kesulitan luar biasa saat mencari pekerjaan setelah mereka bebas,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Eries juga menegaskan pihaknya punya peta jalan reintegrasi sosial dan pemberdayaan. Peta jalan itu mulai dari assesmen skill awam warga binaan, pembekalan teknis, kontrak kerja profesional, dan pendampingan berkelanjutan.
Adapun Wangun Mandiri Farm sendiri, rencananya akan fokus pada peternakan sapi, baik untuk pedaging maupun untuk memerah susu. Nantinya, produk yang dihasilkan akan dikurasi secara ketat sehingga siap untuk diserap pasar. (eki)