KUNINGAN (MASS) – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Abdul Malik Fajar menggelar bedah buku dan diskusi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan). Kegiatan yang digelar di ruang terbuka di sekitar kampus menjadi bagian dari rangkaian penyambutan mahasiswa baru UM Kuningan.
Kegiatan berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban. Para kader HMI terlibat dalam diskusi hangat dengan membahas sejumlah gagasan serta isu yang relevan dengan kehidupan mahasiswa.
Pemilihan ruang terbuka sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. HMI Komisariat Abdul Malik Fajar ingin menghadirkan budaya membaca dan berdiskusi di ruang yang dekat dengan kehidupan mahasiswa sekaligus masyarakat.
Wakil Sekretaris Umum Bidang PTKP HMI Komisariat Abdul Malik Fajar, Mochammad Rafli, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan tradisi literasi kepada mahasiswa, khususnya mahasiswa baru yang tengah memasuki dunia perguruan tinggi.
“Budaya membaca dan berdiskusi penting untuk dibangun sejak mahasiswa mulai mengenal lingkungan kampus. Bedah buku menjadi salah satu ruang untuk bertukar gagasan, memperluas wawasan, sekaligus melatih keberanian mahasiswa dalam menyampaikan pendapat,” ujar Rafli, Sabtu (19/9/2026).
Menurutnya, kehidupan mahasiswa tidak hanya berkutat pada aktivitas akademik di dalam kelas. Kampus juga menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, membangun jejaring, serta belajar memahami berbagai persoalan sosial yang ada di masyarakat.
Selain menjadi forum literasi, kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari penyambutan mahasiswa baru UM Kuningan. Para mahasiswa diperkenalkan dengan lingkungan organisasi serta berbagai aktivitas intelektual yang dapat menjadi ruang pengembangan diri selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi.
“Mahasiswa jangan hanya datang ke kampus, masuk kelas, lalu pulang. Ada banyak ruang yang bisa dimanfaatkan untuk belajar, berdiskusi, membangun relasi, dan mengembangkan kemampuan diri. Salah satunya melalui organisasi,” tambah Rafli.
Ia pun mengajak mahasiswa baru untuk tidak ragu terlibat dalam berbagai organisasi, baik organisasi intra maupun ekstra kampus. Menurutnya, pengalaman berorganisasi dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa di luar ruang kelas.
“Yuk, maba berorganisasi. Jangan hanya mabar di tongkrongan, tapi juga mabar dalam gagasan, kegiatan, dan gerakan. Khususnya bagi mahasiswa yang ingin belajar berdiskusi, berproses, dan membangun jaringan, HMI bisa menjadi salah satu ruang untuk tumbuh bersama,” katanya.
Ajakan ini menjadi bagian dari upaya HMI mengenalkan organisasi kepada mahasiswa baru dengan pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan dan bahasa generasi muda.
Melalui kegiatan itu, HMI Komisariat Abdul Malik Fajar berharap budaya literasi dan diskusi semakin berkembang di kalangan mahasiswa. Momentum penyambutan mahasiswa baru diharapkan tidak berhenti pada kegiatan perkenalan, tetapi menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan membaca, berdiskusi, berorganisasi, dan berpikir kritis.
Bagi HMI, memasuki dunia kampus bukan hanya tentang mendapatkan pendidikan akademik, tetapi juga tentang menemukan ruang untuk belajar bersama, bertukar gagasan, dan tumbuh melalui pengalaman organisasi. (didin)