Gudang Ubi di Sukamukti Jalaksana Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Tembus Rp110 Juta

KUNINGAN (MASS) – Kebakaran hebat melanda sebuah gudang ubi semi permanen di Dusun Wage Cantilan, Desa Sukamukti, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Senin (7/9/2026) pagi. Peristiwa apes tersebut hangus melalap separuh bangunan gudang beserta barang berharga di dalamnya.

Insiden kebakaran yang menimpa bangunan milik Cecep (26), seorang wirausahawan lokal tersebut, pertama kali diketahui oleh warga sekitar saat aktivitas pagi hari.

Saksi mata di lokasi kejadian melihat kepulan asap tebal beserta kobaran api yang mendadak muncul dan membesar dari bagian atap bangunan.

Pemilik gudang yang mendapati tempat usahanya terbakar langsung menghubungi Mako Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Kuningan untuk meminta bantuan pemadaman darurat.

Sebanyak tujuh personel pengerahan Regu 2 Damkar Kuningan langsung diterjunkan ke lokasi kejadian menggunakan armada kendaraan dinas pancar usai menerima laporan warga.

“Begitu menerima laporan pada pukul 08.49 WIB, petugas langsung meluncur dan tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman serta pendinginan,” ujar Kepala UPT Damkar Andri Arga Kusumah.

Proses pemadaman di lapangan berjalan cukup alot lantaran petugas harus berpacu dengan waktu di tengah akses jalan yang terbilang sempit menuju lokasi kejadian.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan para saksi di lokasi kejadian, pemicu kebakaran diduga kuat berasal dari kelalaian buang sampah sembarangan.

“Dugaan sementara api berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan hingga membakar tumpukan rumput bekas pakan kambing di sekitar gudang,” tuturnya.

Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, pemilik gudang dipastikan mengalami kerugian materiil yang cukup besar mencapai sekitar Rp110 juta. Kerugian tersebut meliputi kerusakan fisik bangunan semi permanen, dua unit sepeda motor yang ikut hangus, serta puluhan kuintal stok ubi siap jual yang ludes terbakar.

“Kami mengimbau setiap pelaku usaha memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan warga lebih berhati-hati menghindari potensi bahaya kebakaran,” pungkasnya. (raqib)