Cegah Stunting Sejak Kehamilan, Ibu Hamil di Bandorasa Kulon Dapat Edukasi 1000 HPK

KUNINGAN (MASS) – Upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan stunting terus dilakukan di Desa Bandorasa Kulon, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. Salah satunya melalui kegiatan Kelas Ibu Hamil yang diisi dengan penyuluhan mengenai 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) dan pencegahan stunting oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan.

Kegiatan yang berlangsung di Bale Desa Bandorasa Kulon tersebut diikuti oleh ibu hamil dari lima dusun, yakni Dusun Manis, Pahing, Kliwon, Wage, dan Pon. Kegiatan turut dihadiri bidan desa serta pihak Puskesmas Cilimus sebagai bentuk sinergi dalam meningkatkan perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak.

Anggota KKN UNISA, Silva, mengatakan kegiatan penyuluhan ini merupakan salah satu bentuk respons terhadap informasi mengenai adanya peningkatan angka stunting di Desa Bandorasa Kulon.

“Kondisi ini menjadi perhatian bersama karena pencegahan stunting perlu dilakukan sedini mungkin, bahkan sejak masa kehamilan,” ujar Silva, Minggu (16/8/2026).

Dalam penyuluhan, Silva menjelaskan pentingnya periode 1000 HPK yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Materi yang disampaikan meliputi pemenuhan gizi ibu hamil, pola makan bergizi seimbang, pemeriksaan kehamilan secara rutin, pemberian ASI, pemenuhan gizi bayi dan balita, serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Menurut Silva, masa kehamilan merupakan salah satu periode penting dalam upaya pencegahan stunting. Pemenuhan kebutuhan gizi ibu selama kehamilan tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan ibu, tetapi juga mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin.

“Pencegahan stunting bukan hanya dilakukan ketika anak sudah lahir, tetapi harus dimulai sejak masa kehamilan. Karena itu, ibu hamil perlu memahami pentingnya memenuhi kebutuhan gizi, rutin memeriksakan kehamilan, serta mempersiapkan pola asuh dan pemberian makanan yang tepat setelah bayi lahir,” katanya.

Selain menerima materi, para peserta juga diberikan kesempatan berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan seputar gizi selama kehamilan serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting sejak dini.

Kehadiran bidan desa dan pihak Puskesmas Cilimus turut memperkuat penyampaian informasi kesehatan kepada para peserta.

Sinergi antara mahasiswa KKN UNISA, pemerintah desa, bidan desa, Puskesmas Cilimus, dan masyarakat diharapkan menjadi langkah positif dalam mendukung upaya pencegahan dan penurunan stunting di Desa Bandorasa Kulon.

“Kegiatan Kelas Ibu Hamil ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran calon ibu mengenai pentingnya periode 1000 HPK sekaligus mendorong keterlibatan keluarga dalam pemenuhan gizi dan kesehatan ibu serta anak,” pungkasnya. (didin)