Jangan Anggap Sepele Dingin di Gunung Ciremai, Ini Penyebab Pendaki Rentan Hipotermia

KUNINGAN (MASS) – Suhu dingin di Gunung Ciremai menjadi salah satu risiko yang harus diwaspadai pendaki, terutama saat musim kemarau. Pengelola pendakian mengingatkan pendaki untuk tidak menganggap remeh kondisi tubuh dan cuaca di gunung.

Ketua Mitra Pengelolaan Pendakian Gunung Ciremai (MPPGC) Palutungan, Endun Abdullah, mengatakan kondisi dingin pada musim kemarau justru dapat terasa lebih kuat dibandingkan dengan musim hujan.

“Musim kemarau lebih parah dinginnya, Angin dari selatan itu luar biasa,” kata Endun, Minggu (16/8/2026).

Selain suhu dingin ekstrem, lanjut Endun, salah satu faktor yang membuat pendaki rentan mengalami hipotermia adalah kelalaian dalam memenuhi kebutuhan tubuh selama perjalanan, terutama asupan makanan dan logistik.

Pendaki yang kekurangan makanan dapat mengalami penurunan kondisi tubuh. Masalah juga dapat terjadi ketika pendaki membawa logistik tetapi kesulitan mengonsumsinya.

“Kadang-kadang kurang makan, kekurangan logistik. Ada juga yang bawa logistik tapi susah makan,” tuturnya.

Endun mengatakan kondisi hipotermia memiliki beberapa tahapan. Pendaki dan kelompoknya perlu memperhatikan perubahan kondisi tubuh maupun perilaku selama perjalanan.

Kondisi yang mulai serius diantaranya ketika pendaki tidak lagi merespons dengan baik, berbicara tidak terarah, atau mengalami perubahan sensasi tubuh.

Untuk penanganan awal, pengelola biasanya memberikan pertolongan sederhana dengan mengganti pakaian yang basah, mengenakan pakaian atau jaket yang lebih hangat, serta memberikan makanan dan kehangatan.

“Jika kondisinya semakin serius, pendaki akan segera dievakuasi,” ucapnya.

Endun meminta para pendaki mempersiapkan pakaian hangat dan logistik yang cukup sebelum melakukan perjalanan, khususnya saat musim kemarau. (didin)