Diikuti 1.300 Peserta, Santri Al-Multazam Borong Podium Kompetisi Robotika Internasional di Malaysia

KUNINGAN (MASS) – Diikuti sekitar 1.300 peserta yang tergabung dalam 325 tim, Santri Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam berhasil mengukir prestasi di kancah internasional. Berlaga dalam World Robotic Center Competition (WRCC) di Malaysia pada 11–12 Agustus 2026, kontingen robotika Al-Multazam berhasil meraih sejumlah podium pada berbagai kategori dan nomor pertandingan.

Prestasi tersebut semakin istimewa karena Al-Multazam telah dua tahun sebelumnya juga menorehkan prestasi di ajang robotika internasional. Kompetisi ini diikuti peserta dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Meski di panggung internasional, santri SMPIT dan SMAIT Al-Multazam tak canggung dan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Pada kategori Open, tim SMA yang terdiri dari Hasna Humaira Azzahra dan Keisya Nurzahirah Azzalea meraih 3rd Champion Robot Creative Senior. Pada nomor Robot Line Follower Senior, tim SMA Daneen Falisha Alfarisi dan Najwa Fatim berhasil meraih 2nd Runner-up, sedangkan tim SMP Azzila Awwalia Azzahra dan Annisa Anti Tirania meraih 1st Harapan.

Prestasi lainnya diraih melalui nomor Robot Transporter Senior. Tim SMA yang diperkuat Ghina Aghnia Rochendi dan Keisya Nurzahirah Azzalea meraih 2nd Champion, sementara tim SMP Regina Callysta dan Filza Aulia menempati posisi  2nd Runner-up.

Pada kategori Close, prestasi gemilang diraih tim SMP C pada nomor  Robot Transporter Junior.  Adeline Puteri Qonita dan Afaf Sayyidah sukses menjadi  1st Champion. Lalu pada nomor Robot Transporter Senior , tim SMA yang beranggotakan Ghina Aghniya Rochendy, Keisya Nurzahirah Azzalea, dan Hasna Humaira Azzahra meraih  2nd Runner-up. Tim SMP D yang diperkuat  Filza Aulia dan Qonita Isman Taqiyya  berhasil meraih 1st Runner-up.

Dari nomor Robot Soccer Senior , tim SMA  Daneen Falisha Alfarisi dan Najwa Fatim  mengamankan posisi 2nd Runner-up. Pada Robot Soccer Junior, tim SMP A yang terdiri dari Salsabila Ghina Hijannah, Nidaan Khofiyya Ar Ramadhani, Azzila Awwalia Azzahra, dan Regina Callysta meraih 3rd Champion. Tim SMP B yang diperkuat  Zanna Arofah Rizki, Ranna Sabiya Atmosoedirdjo, dan Annisa Anti Tirania juga berhasil meraih 3rd Runner-up.

Ketua I YPI Al-Multazam,  HK KH Adin Nurhaedin Lc , yang turut mendampingi para peserta selama kejuaraan di Malaysia, mengungkapkan rasa syukur atas capaian para santri. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan buah dari ikhtiar, proses belajar, dan keberanian para santri dalam menerapkan ilmu yang telah mereka dapatkan di Al-Multazam.

“Alhamdulillah, kami merasakan kebahagiaan yang luar biasa karena mendapatkan juara dalam ajang WRCC, World Robotic Center Competition. Ini merupakan kenikmatan yang besar dan tentunya merupakan nikmat dari Allah SWT setelah anak-anak berikhtiar, belajar dengan sungguh-sungguh, menunjukkan keberanian, serta menunjukkan kepiawaian mereka dalam menerapkan ilmu pengetahuan yang telah diberikan di Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam,” ujar KH Adin.

Ia menambahkan, capaian tersebut menjadi semakin berarti karena para santri harus berkompetisi dengan sekitar  1.300 peserta dari 325 tim  yang berasal dari tiga negara. “Alhamdulillah anak-anak bisa memberikan yang terbaik,” katanya.

Namun, KH. Adin mengingatkan bahwa prestasi di Malaysia bukanlah akhir dari perjalanan. Ia berharap pengalaman dan ilmu yang diperoleh selama mengikuti kompetisi dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat yang lebih luas.

“Kami berharap bahwa mereka tidak berhenti di sini, tetapi melanjutkan apa yang telah dipelajari di Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam untuk memberikan manfaat yang lebih besar ke depannya, lebih khusus untuk Indonesia,” tuturnya.

Lebih jauh, KH Adin berharap para santri yang kini belajar teknologi dan robotika dapat tumbuh menjadi generasi yang mampu berkontribusi dalam pembangunan Indonesia. Ia melihat perkembangan kota-kota di Malaysia sebagai salah satu gambaran bagaimana ilmu pengetahuan, teknologi, dan karya generasi muda dapat memberikan dampak terhadap kemajuan sebuah negara.

“Semoga negara yang besar ini, negara Indonesia yang besar ini bisa dikelola dengan baik oleh mereka di kemudian hari,” ujarnya.

Menurutnya, pengalaman para santri di Malaysia diharapkan menjadi bekal untuk melahirkan karya-karya yang kelak dapat memberikan kontribusi bagi Indonesia, termasuk dalam mengembangkan kota-kota, membangun daerah, dan memperbaiki tata kehidupan masyarakat.

Prestasi di WRCC, lanjutnya, sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan di Al-Multazam tidak hanya diarahkan pada penguasaan ilmu agama dan akademik, tetapi juga mendorong santri untuk mengembangkan  sains, teknologi, kreativitas, keberanian, dan kemampuan berkompetisi di tingkat internasional.

Ia menegaskan, dengan torehan prestasi yang kembali diraih di Malaysia, tradisi robotika Al-Multazam terus berlanjut. Bagi para santri, podium bukan sekadar penghargaan, tetapi menjadi pijakan untuk terus belajar, berkarya, dan membawa manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan Indonesia. (eki)