KUNINGAN (MASS) – Pendaki Gunung Ciremai perlu menyiapkan biaya Rp 120.000 untuk melakukan pendakian pada akhir pekan. Sementara tarif pendakian pada hari kerja ditetapkan sebesar Rp 110.000 per orang.
Ketua Mitra Pengelolaan Pendakian Gunung Ciremai (MPPGC), Endun Abdullah, mengatakan perbedaan tarif tersebut berasal dari komponen Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
“Harga tiket sekarang Rp 120 ribu untuk weekend. Weekday-nya Rp 110 ribu. Bedanya cuma di PNBP aja, selisihnya Rp 10 ribu,” kata Endun, Sabtu (8/8/2026).
Untuk tarif akhir pekan, rincian biaya terdiri atas PNBP sebesar Rp 50.000, pemeriksaan kesehatan Rp 20.000, asuransi Rp 1.500, dan jasa pengelolaan sebesar Rp 48.500. Totalnya menjadi Rp 120.000 per pendaki.
Sementara pada hari kerja, PNBP yang dikenakan sebesar Rp 40.000. Dengan komponen pemeriksaan kesehatan, asuransi, dan jasa pengelolaan yang sama, total tarif menjadi Rp 110.000.
PNBP tersebut disetorkan kepada pengelola kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai. Adapun biaya pengelolaan sebesar Rp 48.500 digunakan oleh kelompok masyarakat Palutungan untuk pengelolaan jalur pendakian.
Menurut Endun, kenaikan komponen PNBP merupakan bagian dari ketentuan pemerintah. Ia menyebut kenaikan tersebut berkaitan dengan PNBP masuk kawasan serta kegiatan di dalam kawasan, termasuk aktivitas seperti hiking dan camping.
“Yang naik itu PNBP dan cek kesehatan. PNBP itu awalnya Rp 7.500 dengan Rp 10.000, sekarang jadi kali dua,” tuturnya.
“Aturan dari kementerian kehutanan, jadi PNBP itu dikali dua, ada PNBP masuk kawasan dan PNBP kegiatan di kawasannya, salah satunya, camping atau hiking. Kalo yang Rp 10.000 atau Rp 15.000 itu yang masuk kawasannya,” jelasnya.
Sementara itu, pendaki mendapatkan sejumlah fasilitas dan layanan sepanjang jalur. Pengelola menyediakan toilet gratis, shelter untuk beristirahat, tempat ibadah, serta fasilitas untuk mendukung kebersihan seperti trash bag.
Pendaki juga dapat memanfaatkan area warung dan tempat tertentu untuk mendirikan tenda sesuai ketentuan. Setelah menyelesaikan pendakian, pendaki juga mendapatkan suvenir dan piagam.
Untuk kondisi darurat, pengelola juga menyediakan layanan evakuasi tanpa biaya tambahan. “Kalau urgen banget, misalkan ada yang sakit, kita gratis evakuasi. Layanan di jalur,” tutupnya. (didin)