KUNINGAN (MASS) – Sekolah Sepak Bola (SSB) Gumarang U15 berhasil menjadi juara Piala PSSI Kabupaten Kuningan 2026. Hasil tersebut sekaligus mengantarkan Gumarang menjadi wakil Kabupaten Kuningan untuk berlaga di ajang Soeratin Jawa Barat.
Pencapaian ini menjadi cerita tersendiri karena sebagian besar pemain yang membawa Gumarang juara tahun ini merupakan pemain yang sama saat berlaga di kelompok U13 pada 2024. Kala itu, mereka belum mampu melewati fase grup.
Dua tahun kemudian, para pemain tersebut kembali tampil di kompetisi yang sama dengan kelompok usia U15 dan berhasil membawa Gumarang menjadi juara. Bagi tim pelatih, perjalanan tersebut menjadi salah satu gambaran pentingnya proses pembinaan pemain muda.
Pelatih SSB Gumarang, Coach Arasid, mengatakan bahwa menjaga semangat pemain selama dua tahun menjadi salah satu tantangan terbesar dalam proses tersebut.
“Dua tahun ini cukup berat. Setelah 2024 kami tidak lolos fase grup, tugas kami bukan hanya meningkatkan kemampuan bermain, tapi juga bagaimana menjaga anak-anak tetap semangat berlatih dan tetap haus untuk berkembang,” ujar Arasid.
Menurutnya, usia U15 merupakan fase yang cukup menantang dalam pembinaan karena pemain mulai mengalami banyak perubahan, baik dari sisi karakter, mental maupun lingkungan pergaulan.
“Di usia ini, mendidik mereka bukan hanya soal sepak bola. Disiplin, tanggung jawab, karakter, dan kemauan untuk terus belajar juga menjadi bagian dari proses,” jelasnya.
Arasid menilai keberhasilan Gumarang tahun ini merupakan hasil dari proses yang tidak bisa dibangun secara instan.
“Kalau hanya mengejar hasil, mungkin kita bisa mencari pemain yang sudah jadi. Tapi kalau bicara pembinaan, kita harus mau mendampingi anak-anak dari prosesnya. Alhamdulillah, setelah dua tahun, kami bisa melihat hasil dari proses tersebut,” katanya.
Selain menjadi juara, dua pemain Gumarang juga mendapatkan penghargaan individu. Yasar Maulana Idris dinobatkan sebagai Pemain Terbaik, sedangkan Fadil Apriansyah meraih penghargaan sebagai Kiper Terbaik.
Meski berhasil meraih gelar juara dan sejumlah penghargaan individu, Arasid memilih untuk tetap rendah hati dan tidak ingin tim cepat berpuas diri.
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur dengan pencapaian ini. Kami tidak ingin berlebihan. Masih banyak yang harus kami benahi dan pelajari. Insyaallah di jenjang berikutnya kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk membawa nama Kuningan dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.
“Yang paling penting anak-anak tetap menikmati proses, terus belajar, dan tetap rendah hati. Perjalanan mereka masih panjang,” pungkas Arasid.
Dari tidak lolos fase grup pada 2024 hingga menjadi juara pada 2026, perjalanan SSB Gumarang U15 menjadi cerita manis, seakan menunjukkan bahwa pembinaan pemain muda membutuhkan waktu, kesabaran, dan konsistensi. (eki)