Stop Bullying Jadi Upaya Menciptakan Lingkungan Sekolah yang Aman dan Ramah Anak

MALANG (MASS) – Stop bullying menjadi salah satu upaya penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak. Komitmen ini diwujudkan melalui kegiatan Psikoedukasi Stop Bullying yang diselenggarakan oleh peserta Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah-‘Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 66 di SDN 4 Baturetno, Kabupaten Malang, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas I hingga kelas VI dengan antusias dan penuh semangat. Program tersebut merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang berfokus pada penguatan pendidikan karakter serta pencegahan perundungan sejak usia dini.

Koordinator Desa (Kordes) KKN MAs, Fahmi, menjelaskan bahwa psikoedukasi ini dirancang sebagai langkah preventif untuk membangun lingkungan sekolah yang bebas dari tindakan bullying. Melalui penyampaian materi secara interaktif, permainan edukatif, dan sesi diskusi, para siswa diajak memahami pengertian bullying, mengenali berbagai bentuknya, mengetahui dampak yang ditimbulkan, serta pentingnya membangun sikap saling menghargai, peduli, dan mendukung satu sama lain.

“Melalui psikoedukasi ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada seluruh siswa mengenai pentingnya menghargai sesama serta mencegah terjadinya bullying atau hal-hal yang tidak diinginkan di lingkungan sekolah. Harapannya, anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang berempati, saling mendukung, dan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman serta menyenangkan bagi semua,” ujar Fahmi.

Menurutnya, program ini menjadi pondasi awal dalam menanamkan nilai-nilai empati, kepedulian sosial, serta keberanian untuk saling mengingatkan apabila menemukan tindakan yang mengarah pada perundungan. Selain itu, para siswa juga didorong untuk membangun budaya pertemanan yang positif dengan saling menghormati, menghargai perbedaan, dan memberikan dukungan kepada teman dalam berbagai situasi.

KKN MAs Kelompok 66 berharap edukasi mengenai pencegahan bullying tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi implementasi nyata tema KKN MAs 2026, “Mengabdi, Berkarya, Berdampak,” melalui penguatan pendidikan karakter dan budaya anti-perundungan di lingkungan sekolah dasar. (didin)