KUNINGAN(MASS) – Harapan ribuan Bobotoh untuk melihat Persib Bandung mengangkat trofi Piala Presiden 2026 harus pupus. Maung Bandung harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya melalui drama adu penalti pada laga final yang berlangsung sengit, Kamis (6/8/2026) malam.
Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi sejak menit awal. Persib dan Persebaya saling melancarkan serangan, namun hingga waktu normal berakhir kedua tim gagal mencetak gol. Laga kemudian berlanjut ke babak perpanjangan waktu 2 x 15 menit.
Memasuki babak tambahan waktu, Persib mendapat cobaan setelah pemain asingnya, Peralta diganjar kartu merah usai melakukan pelanggaran terhadap salah seorang pemain Persebaya. Bermain dengan 10 pemain membuat tekanan kepada Persib semakin besar.
Meski kalah jumlah pemain, lini pertahanan Persib tampil disiplin dan mampu meredam berbagai serangan Persebaya. Hingga peluit panjang babak perpanjangan waktu dibunyikan, skor tetap tidak berubah sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.
Pada babak penalti Persebaya tampil lebih tenang. Persib akhirnya harus menyerah dengan skor 5-6 dalam adu penalti. Hasil tersebut memastikan Persebaya keluar sebagai juara Piala Presiden 2026, sementara Persib harus puas menjadi runner-up.
Di Kabupaten Kuningan, ribuan Bobotoh yang mengikuti nonton bareng di Open Space Linggarjati tampak larut dalam suasana pertandingan. Sorak sorai terdengar sepanjang laga, terutama saat Persib mampu bertahan meski bermain dengan 10 pemain.
“Persib sudah berjuang maksimal. Bermain dengan 10 pemain hingga adu penalti bukan hal yang mudah. Kami tetap bangga dengan perjuangan tim,” ujar Firman salah satu bobotoh.
Suasana nonton bareng yang digelar Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama Polres Kuningan berlangsung aman dan kondusif hingga pertandingan berakhir. Para Bobotoh meninggalkan lokasi dengan tertib sambil tetap memberikan dukungan kepada Persib Bandung untuk bangkit pada kompetisi berikutnya. (raqib)