Jualan Lapak Sejak Tahun 2004, Pedagang Bendera Merah Putih Ngaku Penjualannya Terus Menurun di Tiga Tahun Belakangan

KUNINGAN (MASS) – Memasuki bulan Agustus, masyarakat mulai bersiap menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, di tengah semarak perayaan, para pedagang bendera Merah Putih mengaku mengalami penurunan penjualan dalam beberapa tahun terakhir.

Salah satunya dirasakan Maya, pedagang bendera yang berjualan di Jalan Cijoho, Kabupaten Kuningan. Ia mengaku telah berjualan bendera sejak tahun 2004 dan selalu membuka lapak di lokasi yang sama setiap menjelang peringatan HUT RI.

Menurut Maya, kondisi penjualan dalam dua hingga tiga tahun terakhir terus menurun. Ia menilai penjualan melalui platform online menjadi penyebab utama berkurangnya pembeli yang datang langsung ke pedagang offline atau pedagang yang berjualan di sisi jalan.

“Dari dua atau tiga tahun ini saingannya online, jadi turun. Kayaknya banyak pembelinya di online semua,” ujar Maya, Selasa (4/8/2026).

Meski demikian, Maya mengaku belum tertarik menjual dagangannya secara online. Selain belum pernah mencoba, ia juga merasa kasihan terhadap pedagang musiman lain yang hanya mengandalkan penjualan langsung di pinggir jalan setiap bulan Agustus.

“Kalau jualan online kan kasihan juga sama yang lain. Memang sebenarnya sudah zaman gini ya, tapi kan kita ini kasihan sama yang lain. Kan ini musiman setahun,” katanya.

“Kalau jual baju ataupun makanan kayak gitu bisa setiap hari (di platform online). Ini musiman (jual bendera), kasihan sama yang di jalan-jalan,” tambahnya.

Di lapaknya, Maya menjual berbagai ukuran bendera Merah Putih dengan harga mulai Rp15 ribu hingga Rp45 ribu. Sementara bendera berukuran panjang dijual dengan harga sekitar Rp150 ribu hingga Rp300 ribu. Umbul-umbul juga tersedia dengan kisaran harga Rp15 ribu hingga Rp45 ribu.

Maya berharap penjualan dapat kembali meningkat seperti tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, hampir seluruh pedagang bendera di berbagai lokasi di Kuningan juga mengeluhkan kondisi yang sama karena persaingan harga di platform online yang dinilai jauh lebih murah dibandingkan harga jual pedagang eceran di pinggir jalan. (didin)