Salurkan Zakat Perusahaan, PT MBK Ventura Santuni Puluhan Anak Yatim di Kecamatan Lebakwangi

KUNINGAN (MASS) – PT Mitra Bisnis Keluarga Ventura baru saja menggelar kegiatan santunan terhadap puluhan anak yatim di Kecamatan Lebakwangi, Kamis (23/7/2026) pagi.

Kegiatan sendiri digelar di Aula Balai Desa Mekarwangi, Kecamatan Lebakwangi. Santunan kepada anak yatim ini, merupakan bagian dari penyaluran zakat perusahaan.

Nampak hadir dalam kegiatan penyaluran santunan yatim dari PT MBK, perwakilan OJK Cirebon, Tesar Pratama G dan Fardyansyah, perwakilan Kecamatan Lebakwangi Dadang Sudiana, Kapolsek dan Danramil juga MUI.

Kemudian, selain mengundang jajaran aparat Desa Mekarwangi, empunya tempat, PT MBK juga mengundang Kuwu dari 13 desa se-Kecamatan Lebakwangi, serta tentu para debitur dan anak-anak yatim penerima manfaat.

Dalam kegiatan tersebut, PT MBK memulai dengan menggelar edukasi keuangan kepada para debitur yang materinya diisi langsung perwakilan OJK Cirebon.

Dalam paparannya, perwakilan OJK Cirebon, Tesar memberikan tips-tips pengelolaan keuangan keluarga. “Sisihkan, jangan sisakan,” kata Tesar, soal menyiapkan dana tabungan.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar masyarakat tak sembarangan meminjam uang kepada lembaga yang illegal. Ia bahkan mengungkap fakta menarik, di Kuningan, belum ada koperasi yang terdaftar dalam pengawasan OJK.

Ia mendorong, masyarakat bisa memilih dan memilah lembaga keuangan terpercaya dan terjamin. Dan PT MBK Ventura sendiri, salah satu yang sudah terdaftar di OJK.

Pasca edukasi keuangan, kegiatan berlanjut dengan santunan anak yatim. Assistant Manager Regional PT MBK Ventura, Faizah, mengatakan zakat perusahaan yang disalurkan berupa santunan anak yatim dengan total sampai 70 anak.

“Santunan berupa uang dan perlengkapan sekolah. Kalo (pembagian) sembako (itu) untuk debitur sebanyak 50 orang (yang) sekalian (peserta) literasi keuangan,” jelasnya.

Ia berterima kasih pada semua pihak yang turut mensukseskan kegiatan. Faizah juga berharap, keberadaan PT MBK Ventura bisa diterima dengan baik, serta berdampak baik terutama bagi ekonomi masyarakat.

Terpisah, Kepala Desa Mekarwangi, Karna, mengatakan bahwa pihaknya terbuka kepada PT MBK, bahkan acara digelar di balai desa, karena PT MBK termasuk lembaga keuangan yang diawasi OJK.

“MBK di Mekarwangi sudah lama, setiap kegiatan pasti koordinasi dengan desa. Kami menerima karena ada pengawasan OJK. Kalo tidak (terdaftar di OJK), masyarakat pun mungkin akan dihimbau agar tidak berhubungan,” ujarnya mengingat banyak kejadian kurang baik di luaran sana, tentang lembaga keuangan ilegal.

Kuwu sendiri mengaku menilai PT MBK justru membantu warga dalam rangka menambah modal usaha, apalagi legal dan bagi hasilnya dalam batas normal.

Namun begitu, Kuwu mengaku senafas dengan OJK yang baru saja memberi materi literasi keuangan, harapannya warga yang meminjam uang bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. (eki/AB)