KUNINGAN (MASS) -Memiliki anak dengan kondisi normal menjadi impian setiap orangtua. Tetapi tidak semua impian itu terpenuhi. Seperti pasangan Ahmad Taufik dan Yuliwati warga Cikaso Kecamatan Kramatymulya Kabupaten Kuningan yang memiliki anak kembar tiga dengan kondisi tuna netra. Meski kondisi tersebut pasti berat bagi siapapun, namun semangat kedua pasangan ini tidak surut untuk membesarkan ketiganya.
Dengan segala keterbatasan sebagai penjual gorengan pinggir jalan dan bensin eceran, mereka membesarkan ketiganya dengan kasih sayang. Hebatnya ketiga anaknya dengan kondisi tuna netra tersebut, ketiga anak kembar yang bernama Farhaz, Farhan dan Farhat, telah berhasil menghapal satu juz alquran.
Melihat kendisi tersebut, Baznas Kabupaten Kuningan tidak tinggal diam. Uluran tangan Baznas dibuktikan dengan pemberian dana stimulus untuk membantu dana untuk menambahkan modal berjualan.
“Jumlahnya memang tidak banyak. Tetapi minimal bisa membantu. Semoga bisa menambah modal untuk bersama,” kata Ketua Baznas Kabupaten Kuningan Yusron Kholid, Jumat (10/7/2026).
Pada kesempatan yang sama Yusron Kholid juga mengatakan bantuan yang Baznas sebagai Bagian dari sinergitas antara Baznas dan Pemda Kuningan untuk membantu golongan tak mampu. “Pemda punya program Gema sadulur-gerakan bersama ngariksa duafa, lansia dan pengagguran. Baznas hadir untuk bisa berperan dalam program tersebut,” papar Yusron.
Saat menerima bantuan dari Baznas Kuningan, tampak Ahmad Taufik dan Yuliawati berkaca kaca. Walaupun bantuan yang diberikan hanya satu setengah juta rupiah, keduanya mengaku merasa sangat berterima kasih. “Pasti bantuan ini akan membantu kami dalam berjualan. Ini akan menjadi modal tambahan,” ujar Ahmad Taufik.
Selama ini demi menopang kehidupan dan mewudukan mimpi anak-anaknya, Yuliawati bersama suami sehari-hari bertahan hidup dengan berjualan gorengan serta bensin eceran dan berpendapatan tidak tentu. Selain ketiga anak kembarnya yang tuna netra, pasangan ini juga memiliki tiga orang anak lainya.
“Semua anak kami enam. Anak yang tuna netra mereka berkeinginan menjadi dosen. Mereka kini belalar di sekolah khusus. Bantuan ini akan sangat membantu kami,” tandasnya.
Bantuan modal usaha dari Baznas Kuningan ini rencananya akan dialokasikan untuk membuat gerobak jualan yang lebih layak agar usaha mandiri mereka lebih berkembang. (eki)