Potret Kegiatan Babacakan dan Wawar, Tradisi Warga Dusun Widara Mekarsari Sambut Tahun Baru Islam

KUNINGAN (MASS) – Untuk menyambut dan memeriahkan awal tahun baru islam 1448 Hijriah, warga Dusun Widara Desa Mekarsari Kecamatan Maleber melaksanakan adat tradisi Babacakan dan Wawar pada Rabu (17/6/2026) kemarin.

Babacakan atau Bebecekan sendiri, adalah kebiasaan memotong kambing dengan di masak babacak/bebecek dengan bahan paling banyak menggunakan kelapa. Biasanya, masyarakat berkumpul dan daging tadi di bagikan di setiap wadah dengan pembagian antri per regu.

Sementara Wawar atau Sedekah Bumi, tradisi dimana setiap warga membawa sedekah berupa makanan lalu dikumpulkan dan di tukar yang dibagikan kembali oleh panitia. Puncak kegiatan Wawar biasanya diisi dengan do’a tolak bala bersama dalam rangka 01 suro.

Imam Masjid Nurul Iman Dusun Widara, Ust. Lebe Surdi mengatakan bahwa Babacakan atau Bebecekan merupakan adat tradisi turunan dari zaman dulu.

“Niatnya dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam dan merupakan (peringatan) 01 suro atau suraan dengan puncak kegiatan yaitu Wawar dan doa bersama di perempatan Dusun Widara,” ucapnya.

Senada, Ketua DKM Nurul Iman Dusun Widara Uju menyampaikan hal serupa. “Bebecakan atau Babacakan dan Wawar selalu dilaksanakan dengan keterlibatan panitia dari setiap regu di Dusun Widara secara gotong royong dan swadaya masyarakat Dusun Widara. Sehingga dengan niat sedekah di 1 suro atau 1 Muharram merupakan amal kebaikan yang harus dilaksanakan untuk saling berbagi rezeki berupa makanan,” ucapnya.

Sementara, Kepala Dusun III Desa Mekarsari, Deni SH menjelaskan perihal Suraan, awal satu Suro dan pentingnya menjga adat istiadat. “Suraan atau suroan selalu di laksanakan setiap tahunnya dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam atau Suro dengan kegiatan Bebecekan dan Wawar serta do’a bersama. Hal ini penting bahwa menjaga adat istiadat dan tradisi adalah keharusan bagi generasi penerus,” sebutnya. (eki)