KUNINGAN (MASS) – Jembatan penghubung tiga desa di Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan, kini memiliki wajah baru setelah menjalani proses perbaikan akibat kerusakan yang sempat mengancam keselamatan pengguna jalan.
Perbaikan jembatan tersebut dilakukan setelah bangunan itu terancam ambruk akibat abrasi yang menggerus bagian penyangga jembatan pada akhir tahun lalu.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Kuningan, Tedy Bisma, mengatakan pekerjaan perbaikan saat ini sudah memasuki tahap akhir dan diperkirakan selesai dalam waktu sekitar dua minggu ke depan.
“Mungkin satu atau dua mingguan ke depan. (Sekarang) lagi tahap finishing, kantun aspal sareng tampak limpas jembatan,” ujar Tedy, Senin (8/6/2026).
Meski pekerjaan belum sepenuhnya selesai, jembatan kini sudah bisa dilalui kendaraan roda dua. Namun, akses masih diberlakukan sistem buka-tutup karena proses pekerjaan masih berlangsung.
“Motor tiasa, tapi karena masih kerja, jadi sifatnya buka tutup,” tuturnya.
Ia menambahkan, anggaran perbaikan jembatan ini seluruhnya mencapai sekitar Rp 2 miliar. “2 miliar (anggaran perbaikannya),” ujarnya.
Sebelumnya, jembatan yang menghubungkan Desa Cijemit, Desa Gunungmanik, dan Desa Pinara itu mengalami kerusakan serius setelah hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Ciniru pada Senin (10/11/2025).
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berlangsung sejak pukul 14.30 WIB hingga 20.00 WIB menyebabkan debit Sungai Cipedak meningkat. Aliran sungai yang deras mengakibatkan abrasi dan mengikis bagian penyangga jembatan.
Jembatan berukuran 43 meter x 12 meter x 4 meter tersebut mengalami penurunan penyangga sekitar 30 sentimeter akibat terkikis aliran Sungai Cipedak. Kondisi itu menyebabkan munculnya retakan pada struktur jembatan hingga membuatnya terancam ambruk. (didin)