KUNINGAN (MASS) – Ketua Pembina Yayasan Husnul Khotimah, Prof Dr KH A Satori Ismail MA, berpesan kepada para alumni Pesantren Husnul Khotimah agar tetap percaya diri, produktif, dan istiqamah dalam menjaga nilai-nilai yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan di pesantren.
Pesan tersebut disampaikan dalam rangkaian Haflah At-Takhorruj Tahun Pelajaran 2025-2026 di Pesantren Husnul Khotimah, Kuningan, Sabtu (6/6/2026).
Di hadapan para wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan pendidikan selama enam tahun, Prof Satori menegaskan bahwa kelulusan merupakan nikmat besar yang patut disyukuri. Menurutnya, tidak semua orang memiliki kesempatan dan kemampuan untuk bertahan dalam proses pendidikan yang panjang, penuh kedisiplinan, serta sarat dengan pembinaan karakter dan nilai-nilai keislaman.
“Kelulusan bukanlah akhir dari proses pembinaan, melainkan awal dari perjalanan pengabdian yang lebih luas di tengah masyarakat. Oleh karena itu, seluruh kebiasaan baik yang telah ditanamkan selama berada di pesantren harus tetap dijaga dan dilestarikan,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar kebiasaan positif yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan santri, seperti shalat berjamaah, qiyamul lail, shalat sunnah, tilawah Al-Qur’an, kedisiplinan, akhlak mulia, dan semangat belajar, tidak hilang setelah meninggalkan lingkungan pesantren.
“Apa yang telah ditanamkan di pesantren selama enam tahun jangan sampai hilang setelah keluar dari pesantren. Kebiasaan tilawah, ibadah, akhlak, disiplin, dan semangat belajar harus terus dijaga sebagai bentuk syukur kepada Allah dan bakti kepada orang tua,” pesannya.
Prof Satori juga mengingatkan kehidupan setelah lulus akan menghadirkan tantangan yang lebih besar dan kompleks. Para alumni akan berhadapan dengan berbagai persoalan sosial, pendidikan, ekonomi, hingga tantangan era digital yang menuntut kesiapan ilmu, mental, dan spiritual yang kuat.
Karena itu, ia mendorong para lulusan untuk menjadi pribadi yang produktif dan mampu mengisi waktu dengan aktivitas yang bermanfaat. Menurutnya, produktivitas merupakan salah satu kunci menghadapi perubahan zaman sekaligus benteng dari berbagai godaan yang dapat menghambat perkembangan diri.
“Jadilah manusia yang produktif. Isi hari-hari kalian dengan hal-hal yang bermanfaat. Jangan biarkan waktu berlalu tanpa makna,” tegasnya.
Selain produktif, para alumni juga diminta untuk senantiasa memperbanyak doa dan memohon pertolongan Allah SWT agar tetap istiqamah dalam kebaikan. Ia menilai keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan dan usaha, tetapi juga oleh kedekatan dengan Allah SWT serta kekuatan spiritual yang terus dipelihara.
Salah satu pesan yang paling ditekankan dalam sambutannya adalah agar para alumni tidak pernah merasa rendah diri. Menurut Prof Satori, lulusan Husnul Khotimah memiliki bekal yang sangat berharga, mulai dari pemahaman agama, kemampuan bahasa Arab, hafalan Al-Qur’an, pengalaman organisasi dan kepemimpinan, hingga berbagai keterampilan hidup yang tidak dimiliki semua orang.
“Jangan pernah minder. Tidak banyak yang memiliki kesempatan belajar seperti yang kalian dapatkan. Jadilah generasi yang percaya diri, berpikir jauh ke depan, dan siap memberikan kontribusi terbaik bagi umat, bangsa, dan negara,” ucapnya.
Ia berharap para alumni Husnul Khotimah dapat tumbuh menjadi generasi unggul yang mampu mengambil peran strategis di berbagai bidang kehidupan. Tidak hanya sukses secara akademik dan profesional, tetapi juga menjadi pemimpin, pemikir, serta tokoh masyarakat yang memberikan manfaat besar bagi umat, bangsa, dan negara.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Satori juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendidik para santri hingga mencapai hari kelulusan. Ucapan penghargaan disampaikan kepada jajaran pembina, pengurus yayasan, kepala sekolah, guru, pegawai, serta seluruh wali santri yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada Pesantren Husnul Khotimah.
Tak lupa, ia juga menyampaikan doa dan penghargaan kepada para wali santri yang telah berjuang, berkorban, dan mendampingi putra-putrinya selama menempuh pendidikan di pesantren.
“Mudah-mudahan segala pengorbanan orang tua dan seluruh ikhtiar anak-anak selama menempuh pendidikan dibalas Allah SWT dengan pahala yang berlipat ganda. Selamat kepada para wisudawan dan wisudawati, serta selamat kepada para wali santri yang hari ini menyaksikan lahirnya generasi unggul yang membanggakan,” pungkasnya. (didin)