Warung Kupat Tahu di Cilimus Kebakaran, Warga Cepat Padamkan Pakai APAR

KUNINGAN(MASS) – Warung semi permanen yang sehari-hari digunakan untuk berjualan kupat tahu alias hucap di kawasan Cilimus mengalami kebakaran pada Minggu dini hari (31/5/2026) sekitar pukul 02.30 WIB. Warung kayu milik Enjum (64) tempatnya berjualan berlokasi di pinggir Jalan Raya Cilimus, tepatnya berada di sebelah selatan Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Desa Cilimus, Kecamatan Cilimus.

Kebakaran ini pertama kali diketahui oleh seorang pengemudi ojek online (ojol), Febri Aldi (28), yang saat itu sedang mangkal di dekat lokasi kejadian. Febri melihat kobaran api mendadak muncul dan mulai membesar dari dalam warung kupat tahu tersebut.

Melihat situasi yang membahayakan, Febri langsung berinisiatif menghubungi nomor darurat kantor UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan. Laporan resmi dari warga tersebut masuk ke pusat panggilan petugas Damkar pada pukul 02.50 WIB.

Menurut laporannya Kepala UPT Damkar Kuningan, Andri Arga Kusumah, langsung mengerahkan satu regu piket yang terdiri dari 6 petugas. Armada pemadam berangkat lima menit setelah laporan diterima dan tiba di lokasi kejadian pada pukul 03.15 WIB.

“Dilakukan penanganan kebakaran bangunan/warung semi permanen tempat berjualan Kupat Tahu oleh 6 petugas piket regu 1 UPT Pemadam Kebakaran,” tuturnya dalam laporan tertulis.

Namun, sebelum petugas Damkar tiba, aksi penyelamatan cepat telah dilakukan oleh lingkungan sekitar. Api berhasil diredam berkat kesigapan Satpam BRI Unit Cilimus, dua anggota Polsek Cilimus, dan warga sekitar menggunakan satu unit Alat Pemadam Api Ringan (APAR) milik bank serta beberapa ember air.

“Petugas hanya melakukan pendinginan karena api berhasil dipadamkan oleh Satpam BRI Unit Cilimus, 2 Anggota Polsek Cilimus dan warga sekitar menggunakan 1 unit APAR milik Bank BRI Unit Cilimus dan beberapa ember air,” paparnya.

Penyebab pasti munculnya api masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Petugas tidak menemukan adanya tabung gas maupun jaringan instalasi listrik di dalam warung berukuran 2,5 m×2,5 m tersebut yang bisa memicu korsleting.

“Sumber api menurut keterangan Pelapor belum diketahui penyebabnya karena di TKP tidak ditemukan tabung gas, dan jaringan aliran arus listrik, sehingga untuk sementara masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang,” pungkasnya. (raqib)