KUNINGAN (MASS) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda sejumlah wilayah di Jawa Barat termasuk Kuningan. Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat dan disertai oleh angin kencang serta kilat atau petir.
Peringatan cuaca ekstrem ini mulai berlaku pada hari Minggu, 24 Mei 2026, sejak pukul 17.20 WIB sore. Berdasarkan perkiraan tim ahli akan berlangsung hingga tiga jam ke depan, atau sampai sekitar pukul 20.20 WIB malam.
Kabar mengenai ancaman cuaca buruk ini pun dibenarkan prakirawan BMKG Kertajati saat dikonfirmasi oleh Kuninganmas.com. Prakirawan BMKG Kertajati Tri Yulianto menjelaskan informasi tersebut disebarluaskan secara resmi melalui pesan singkat (SMS blast) oleh Stasiun Klimatologi Jawa Barat.
“Oh iya itu sms blast dari Stasiun Klimatologi Jabar,“ tuturnya.
Dalam pesan peringatan tersebut, BMKG mengimbau warga untuk waspada terhadap curah hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat. Curah hujan yang tinggi ini menjadi lebih berbahaya karena disertai sambaran petir serta angin kencang yang bisa merusak bangunan atau fasilitas umum.
“Mengenai peringatan dini cuaca ekstrem potensi hujan sedang -lebat yang dapat disertai petir,” pungkasnya.
Bencana hidrometeorologi adalah bencana alam yang dipicu oleh faktor cuaca, seperti banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor yang rawan terjadi di daerah perbukitan.
Kabupaten Kuningan menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam radar potensi terdampak cuaca ekstrem ini. Berdasarkan data geografis yang dirilis, terdapat enam kecamatan di Kuningan yang harus meningkatkan kesiapsiagaan secara ekstra, yaitu Kecamatan Ciwaru, Cibingbin, Luragung, Ciawigebang, Cimahi, dan Karangkancana. (raqib)