Ancaman Kemarau Ekstrim di Depan Mata, Pemkab Kuningan Gelar Rakor Antisipasi Kekeringan dan Karhutla

KUNINGAN(MASS) – Merespon suhu udara yang meningkat tajam dan ancaman musim kemarau ekstrem, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kuningan bergerak cepat melakukan langkah pencegahan dengan mangadakan Rakor yang digelar di Ballroom Arya Kemuning, Gedung Pemkab Kuningan Lantai 3, pada Rabu (13/5/2026).

Bupati Dian yang diwakili oleh Wakil Bupati Tuti Andriani, menekankan kondisi cuaca saat ini memerlukan perhatian serius dari seluruh lapisan masyarakat dan jajaran birokrasi.

“Tentunya nanti semua SKPD instansi ini harus berperan aktif didalam mengatasi mengantisipasi kedepan kekeringan dan kebakaran hutan tentunya,” tuturnya.

Dalam arahannya, Wabup Tuti menjelaskan kemarau ekstrem bukan sekadar masalah berkurangnya curah hujan. Dampaknya jauh lebih luas dan berisiko mengganggu stabilitas kehidupan masyarakat, mulai dari menurunnya hasil panen petani hingga terganggunya ketersediaan bahan pangan di pasar-pasar lokal.

“Kemarau bukan hanya persoalan berkurangnya curah hujan, tetapi juga dapat berdampak pada menurunnya produktivitas pertanian dan terganggunya pasokan pangan,” tambahnya.

Salah satu fokus utama yang dibahas adalah masalah kesehatan dan kualitas air. Dinas Kesehatan diminta untuk memantau kadar keasaman (PH) air. Saat debit air berkurang, risiko pencemaran dan penurunan kualitas air bersih meningkat, sehingga langkah pemantauan sejak dini sangat diperlukan.

“Masalah dari dinas kesehatan bagaimana untuk pH air kedepan dengan adanya kekeringan ini,” paparnya.

Selain masalah air, persoalan lingkungan dan sampah juga menjadi sorotan tajam. Dinas Lingkungan Hidup (LH) mengimbau masyarakat untuk mulai memilah sampah rumah tangga menjadi plastik, organik, dan anorganik.

“Dari LH yang jelas harus bagaimana dari lingkungan kecil dulu rumah tangga bisa memilah sampah plastik organik dan anorganik,” pungkasnya. (raqib)