Dua Pelajar SMP Hanyut di Sungai Cisanggarung, Tim SAR Gabungan Sisir Perbatasan Cidahu-Waled

KUNINGAN (MASS) – Kabar duka menyelimuti wilayah perbatasan Kuningan dan Cirebon. Dua orang remaja yang masih berstatus pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) dilaporkan hanyut terbawa arus Sungai Cisanggarung pada Rabu (22/4/2026) sore sekitar pukul 15.30 WIB. Lokasi kejadian tepat berada di area Manwunteung, Desa Waled, Kecamatan Waled.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kedua korban diketahui bernama Adit (15), warga Desa Pakusamben, Kecamatan Babakan, dan Dani Hakim, warga Kudu Mulya. Peristiwa naas ini bermula saat kedua korban bersama teman-temannya sedang mandi dan berenang di aliran sungai yang membatasi wilayah Cidahu dan Waled tersebut.

Saksi mata di lokasi kejadian, Rendi (14) dan David (15), menuturkan saat itu mereka sedang asyik bermain air. Namun tiba-tiba, arus sungai menyeret Adit dan Dani. Teman-teman korban yang melihat kejadian tersebut tidak mampu menolong karena arus air yang cukup deras, hingga akhirnya kedua korban hilang dari pandangan.

Salah seorang warga setempat Ukar membenarkan adanya kabar anak sekolah yang hanyut di perbatasan tersebut. Kabar ini pun langsung menyebar cepat dan memicu keprihatinan warga sekitar yang langsung mendatangi lokasi untuk memberikan bantuan awal pencarian.

“Iya pas maghrib tadi banyak orang di jembatan Manwunteung ada anak SMP hanyut di sungai cisanggarung,” tututrnya.

Hingga saat ini, upaya pencarian terus dilakukan secara intensif. Tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Polsek Waled, Koramil, relawan GURILA, serta dibantu masyarakat setempat masih menyisir aliran Sungai Cisanggarung. Petugas berupaya mencari keberadaan kedua korban meski terkendala kondisi arus dan visibility yang terbatas.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, S STP, saat dikonfirmasi pada Kamis (23/4/2026) pagi, menyatakan pihaknya terus memantau perkembangan kejadian tersebut. Meski lokasi kejadian masuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Cirebon, pihaknya tetap melakukan koordinasi lintas wilayah.

“Saya sedang komunikasikan dengan pihak kecamatan. Menurut informasi awal, korban adalah warga Babakan Cirebon dan kejadiannya di wilayah Kabupaten Cirebon juga. Sampai saat ini kami masih menunggu laporan resmi lebih lanjut dari wilayah setempat,” ujar Kalak Indra.

Hingga berita ini publish, kedua pelajar tersebut masih belum ditemukan. Cuaca yang tidak menentu belakangan ini memang membuat debit air sungai seringkali meningkat secara mendadak dan membahayakan bagi aktivitas warga. (raqib)