Relawan Dapur MBG Dilatih Pakai APAR, Sekmat Ciawigebang Wanti-wanti, Jangan Hanya Dipampang Tapi Tak Bisa Menggunakan

KUNINGAN (MASS) – Keamanan operasional dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi prioritas utama di termasuk di Kecamatan Ciawigebang. Menyadari tingginya aktivitas di dapur produksi, Satgas Kecamatan Ciawigebang menggandeng UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Kuningan untuk menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) mitigasi risiko penanganan kebakaran pada Sabtu (18/4/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dipusatkan di SPPG Darul Hayat Ciputat, Jalan Raya Ciputat, Kecamatan Ciawigebang. Pelatihan ini diikuti oleh para petugas dapur dari 6 SPPG di wilayah Ciawigebang agar mereka memiliki bekal pengetahuan yang cukup dalam menghadapi situasi darurat, terutama kebakaran.

Andri Arga Kusumah, S.E., memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif kolektif seperti ini. Menurutnya, pemantauan dan imbauan memang rutin dilakukan ke seluruh dapur MBG di Kabupaten Kuningan, namun pelaksanaan pelatihan secara bersama-sama di tingkat kecamatan seperti di Ciawigebang ini sangatlah efektif.

“Kami mengapresiasi ya dengan program seperti ini, jadi yang selama ini kami lakukan monitoring dan himbauan kepada dapur MBG yang tersebar di seluruh Kabupaten Kuningan, ya salah satunya di Kecamatan Ciawigebang bisa dilaksanakan dengan kolektif seperti ini,” tuturnya saat dimintai keterangan pasca bimtek.

Andri mengingatkan aktivitas produksi di dapur MBG tergolong sangat tinggi karena harus menyiapkan porsi makanan dalam jumlah besar. Kondisi ini secara otomatis meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, sehingga diperlukan pemahaman teknis pencegahan agar hal-hal yang tidak diinginkan bisa dihindari sejak dini.

“Penyampaian pencegahan kebakaran berhubungan dengan dapur MBG itu memang aktivitas produksinya itu sangat tinggi, dari porsi juga kan udah ketauan gitu, jadi sangat berbahaya untuk terjadinya kebakaran,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Camat Ciawigebang sekaligus Ketua Satgas MBG, Yudi Rickriyanto, SE, menjelaskan kegiatan ini merujuk pada petunjuk pelaksana (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis) terkait penanggulangan kedaruratan. Mitigasi risiko kebakaran merupakan salah satu poin penting yang harus dikuasai oleh pengelola dapur.

“Kami dari Satgas Kecamatan Ciawigebang dalam hal ini dalam kegiatan ini merujuk pada Juklak dan juknis dgn terkait penanggulangan kedaruratan itu salah satunya mitigasi risiko kebakaran,” tegasnya.

Yudi menegaskan bimtek ini bukan sekadar untuk menggugurkan kewajiban administratif semata. Fokus utama kegiatan ini adalah membekali para relawan agar benar-benar terampil menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Ia tidak ingin APAR hanya menjadi pajangan di dinding tanpa ada petugas yang tahu cara mengoperasikannya saat dibutuhkan.

“Kami mengadakan pelatihan atau bimtek seperti ini bukan hanya menggugurkan kewajiban ya, tapi bagaimana para relawan yang ada di sini itu bisa menggunakan terkait APAR jangan hanya dipampang dipasang tapi kita tidak menggunakan, tidak bisa menggunakan,”pungkasnya. (raqib)