KUNINGAN (MASS) – Beras menjadi salah satu komoditas yang paling diminati masyarakat dalam kegiatan Bazar Pangan Murah dan Segar yang digelar di depan Pendopo Kabupaten Kuningan, Minggu (19/4/2026).
Kegiatan ini merupakan inisiatif Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kuningan yang bekerja sama dengan PDAU serta PT Rumah Tani. Di Minggu ini kegiatan bazar juga dilengkapi komoditas dari Dinas Ketahanan Pangan dan Gapoktan.
Bazar yang bertepatan dengan pelaksanaan Car Free Day (CFD) ini kini memasuki minggu kedua pelaksanaannya. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, terutama dari kalangan ibu-ibu yang berburu kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Kepala Bagian Perekonomian dan SDA, Rinekawiati Soelaeman, mengungkapkan rasa syukurnya atas tingginya minat masyarakat. Ia menyebutkan selain beras, komoditas lain seperti minyak goreng, bawang merah, wortel, dan cabai rawit juga menjadi favorit pengunjung.
“(Yang paling diminati ibu-ibu?) tadi beras, minyak. Untuk sayuran juga hampir sama, seperti bawang merah, wortel, dan cabai rawit,” ujarnya.
Rinekawiati menuturkan, stand yang sebelumnya hanya satu, kini telah ditambah dan ditata lebih rapi. Meski demikian stand yang berdiri di halaman Pendopo dikhususkan untuk kegiatan bazar murah.
Ia juga menambahkan beberapa komoditas seperti beras dan minyak dihadirkan di bazar oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), mengingat PDAU tidak memiliki komoditas tersebut.
Dari sisi ketersediaan, stok komoditas di bazar mengalami peningkatan dibandingkan minggu sebelumnya. Hal itu dilakukan untuk memenuhi tingginya permintaan masyarakat.
“Sekarang ditambah stoknya dan volumenya. Alhamdulillah animo masyarakat juga bagus,” jelasnya.
Menurutnya, jika terdapat barang yang tidak terjual, pihak penyelenggara telah menyiapkan fasilitas penyimpanan seperti cold storage dan gudang milik PDAU. Seluruh produk yang dijual juga berasal langsung dari petani lokal Kuningan, sehingga dinilai tidak merugikan pihak mana pun.
“Semua diambil dari petani Kuningan langsung, jadi ini semacam offtaker-nya di sini,” tambahnya.
Sementara itu dari sisi harga, beberapa komoditas dijual dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar, meski terdapat beberapa harga yang sama.
Rinekawiati berharap program bazar pangan murah ini mampu membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan yang sehat dan terjangkau, sekaligus memberikan keuntungan bagi petani lokal. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat berkontribusi dalam menjaga stabilitas pasokan dan pengendalian inflasi di daerah. (didin)