Kejurcab Digelar Besok, ORADO Kuningan Matangkan Persiapan Lewat Tactical Meeting

KUNINGAN (MASS) – Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Kabupaten Kuningan menggelar tactical meeting (TM) sebagai bagian dari persiapan Kejuaran Cabang (Kejurcab) ORADO 2026 serta Deklarasi Pengurus Cabang ORADO Kuningan masa bakti 2026-2030.

Kegiatan TM berlangsung di D’Jons, Jumat (17/4/2026) sore, guna mematangkan pelaksanaan pertandingan yang akan digelar besok. Momentum ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan olahraga domino sebagai cabang olahraga resmi di daerah.

Ketua ORADO Kuningan, dr Agah Nugraha, melalui Ketua Pelaksana Hamdan menuturkan tactical meeting merupakan bagian penting dari rangkaian kegiatan kejuaraan.

Ia menyampaikan, jumlah peserta yang mendaftar mencapai 32 orang untuk kategori senior yang kemudian dibagi menjadi 16 tim dan akan bertanding di 8 meja. Sementara itu, kategori junior diikuti 8 peserta atau 4 tim yang akan bermain di 2 meja dan dijadikan sebagai ajang eksibisi.

“Alhamdulillah dari pendaftaran kita menjaring 32 peserta kategori senior, hari ini semua tim (mengikuti tactical meeting). Kita juga disini sekaligus briefing dengan rekan-rekan wasit untuk persiapan Kejurcab,” ujar Hamdan didampingi Thomas.

Ia menjelaskan, dalam kejuaraan ini pertandingan menggunakan sistem gugur. Satu set permainan terdiri dari 7 ronde (balak), dengan pemenang ditentukan berdasarkan perolehan skor yang mencapai lebih dari 101 poin.

“Nah untuk satu permainan, satu set itu terdiri dari 7 ronde. Kita tidak bisa memperkirakan waktu karena tergantung poin. Kalau persaingan ketat, waktunya bisa lama, tapi kalau sudah ada yang mencapai 101 poin, otomatis selesai,” katanya.

Ia juga menambahkan setiap pemain diberikan waktu sekitar 30 detik untuk mengambil keputusan. Jika melebihi batas waktu, akan diberikan teguran hingga sanksi berupa tambahan poin bagi lawan.

“Peserta diberikan waktu berpikir sekitar 30 detik. Kalau lewat akan ditegur, dan jika berulang bisa kena sanksi penambahan 11 poin,” ungkapnya.

Menurutnya, olahraga domino yang dipertandingkan memiliki aturan yang berbeda dari permainan biasa, termasuk adanya sanksi ringan hingga berat bagi pelanggaran tertentu.

“Di domino ini ada aturan yang berbeda, termasuk sanksi. Misalnya menjatuhkan batu itu pelanggaran dengan sanksi 11 poin. Bahkan kalau pemain salah menyatakan lewat padahal masih punya kartu, bisa langsung kalah satu set,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hamdan berharap kejuaraan ini dapat menjadi sarana edukasi sekaligus mengubah stigma masyarakat terhadap permainan domino.

“Harapannya, yang pertama memperkenalkan kepengurusan ORADO ke masyarakat Kuningan, kemudian melaksanakan program kerja melalui kejuaraan ini, sekaligus mengedukasi masyarakat bahwa domino itu olahraga strategi, bukan permainan negatif,” ujarnya.

Ia juga menegaskan kegiatan ini berada di bawah naungan resmi, sehingga tidak mengandung unsur perjudian.

“Kami pastikan tidak ada unsur negatif. Ini murni olahraga strategi dan berprestasi. Orang tua tidak perlu khawatir selama kegiatan ini di bawah naungan resmi,” pungkasnya. (didin)