KUNINGAN (MASS) – Perjuangan berat sedang dihadapi oleh Ahdi, warga RT 03 RW 01 Dusun Paling, Desa Pamulihan, Kecamatan Cipicung. Sudah sembilan bulan lamanya, ia harus terbaring lemah akibat penyakit kanker hati yang menggerogoti tubuhnya.
Kondisi fisik Ahdi kian memprihatinkan dengan perut yang terus membesar serta munculnya benjolan di bagian pundak yang sangat mengganggu aktivitasnya sehari-hari.
Salah satu keluarga Andri menceritakan kondisi rasa sakit yang dirasakan Ahdi tidak hanya bersumber dari kanker hatinya. Ia kerap mengeluhkan gangguan pencernaan yang hebat serta luka bakar yang muncul di telapak tangannya.
“Iya Ahdi tuh ngga hanya kanker hatinya aja, tapi ada diagnosis lain bahkan sampai pengaruh ke pencernaannya, sampe ada seperti luka bakar di telapak tangannya,” tuturnya kepada kuninganmass.com Senin (30/3/2026).
Pihak keluarga mengaku telah melakukan berbagai upaya maksimal demi kesembuhan Ahdi. Perjalanan medisnya dimulai dari RS Wijaya Kusumah, kemudian berlanjut ke RSUD Waled untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Namun, karena keterbatasan peralatan dan kondisi penyakit yang memerlukan penanganan khusus, Ahdi kini harus dirujuk ke Rumah Sakit Kanker Dharmais di Jakarta.
“Kalau sakitnyamah udah lama, ada sekitar sembilan bulanan, awalnya di RS Wijaya, kemudian ke RSUD Waled dan sekarang dirujuk ke RS Kanker Dharmais di Jakarta,” tambahnya.
Rencana tindakan medis selanjutnya adalah melakukan observasi mendalam untuk melihat potensi operasi pada benjolan di pundaknya. Kabar rujukan ke Jakarta ini membawa harapan sekaligus kecemasan baru bagi keluarga. Meski ada peluang sembuh, biaya hidup dan pengobatan lanjutan di ibu kota tentu membutuhkan dana yang sangat besar dan tidak terduga.
Andri juga menceritakan seluruh sumber daya keluarga sudah dikerahkan. Mulai dari patungan antar saudara hingga menjual harta benda yang tersisa telah dilakukan. Demi membiayai pengobatan selama sembilan bulan terakhir, keluarga telah menjual berbagai aset berharga.
“Iya untuk biaya karena sangat banyak, total uang sekitar Rp80 juta yang terkumpul dari hasil penjualan aset dan pinjaman juga masih belum cukup untuk menutupi biaya pengobatan yang terus berjalan,”paparnya.
Pihak keluarga membuka pintu donasi seluas-luasnya. Bantuan dapat disalurkan dengan menghubungi kontak keluarga di nomor 08122169919 (Muhamad Darajat) atau 0895334984807 (Firmansyah).
“Kami membutuhkan bantuan dari masyarakat semua untuk biaya pengobatan di Jakarta nanti pasti sangat besar,” pungkasnya. (raqib)
















