KUNINGAN (MASS) – Komite Pemuda Asli Kuningan (KOMPAK) mengecam keras tindakan pengecut dan brutal penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, pada 12 Maret 2026 di kawasan Jakarta Pusat. Aksi ini bukan sekadar kriminalitas biasa, melainkan teror nyata terhadap demokrasi, hak asasi manusia, dan upaya pembungkaman suara kritis.
Berdasarkan informasi yang beredar bahwa terduga pelaku melibatkan oknum aparat, kami memandang ini sebagai ancaman serius terhadap akuntabilitas militer dan penegakan hukum.
Oleh karena itu, Komite Pemuda Asli Kuningan menyatakan sikap sebagai berikut:
- Mengecam Keras segala bentuk kekerasan dan aksi teror menggunakan air keras terhadap aktivis yang sedang melakukan kerja-kerja kemanusiaan dan pembelaan HAM.
- Mendesak Kapolri dan Panglima TNI untuk mengusut tuntas, transparan, dan berkeadilan terhadap 4 oknum prajurit yang diduga sebagai pelaku, serta tidak menutup-nutupi dalang intelektual di balik serangan ini.
- Menolak Keras segala bentuk impunitas (kekebalan hukum) bagi pelaku kekerasan, terutama jika terbukti melibatkan aparat, dan meminta pelaku disidang di peradilan umum untuk menjamin transparansi.
- Menuntut Negara hadir memberikan perlindungan maksimal kepada seluruh aktivis HAM dan menjamin keamanan warga negara dari ancaman kekerasan serupa.
- Mengajak seluruh Pemuda di Kuningan dan Indonesia untuk terus mengawal kasus ini dan tidak membiarkan teror pembungkaman suara kritis terjadi kembali di tanah air.
Kami percaya, demokrasi hanya bisa tumbuh jika suara kritis dihargai, bukan disiram air keras.
Hormat Kami,
Fery Rizkiana Tri Putra. S. Hut
Komite Pemuda Asli Kuningan (KOMPAK)













