KUNINGAN (MASS) – Rani Nurani, mahasiswi semester enam jurusan Tadris IPS di UIN (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, kini aktif mengisi waktu luangnya dengan kegiatan perkuliahan dan organisasi kepemudaan di tingkat daerah. Usianya masih 21 tahun, ia tinggal di Cikijing, Majalengka. Di sela kesibukannya, Rani gemar menulis, mulai dari esai, cerpen, hingga opini.
Rani menuturkan, meski sedang fokus menyelesaikan studi, ia tetap aktif di organisasi daerah, khususnya HIMMAKA (Himpunan Mahasiswa Majalengka) Cirebon, sebagai wadah untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan dan jejaring sosial.
“Sekarang paling aku ikutan organisasi daerah aja kak, HIMMAKA Cirebon, sama kuliah biasa aja,” tuturnya kala diwawancara kuninganmass.com Selasa (24/3/2026).
Sebagai mahasiswa Tadris IPS, Rani mempelajari berbagai aspek sosial dan pendidikan yang membantunya memahami dinamika masyarakat. Keaktifan di organisasi sekaligus memberinya ruang praktik langsung untuk mengaplikasikan teori yang dipelajari di kampus, seperti pengelolaan kegiatan, literasi, dan penguatan karakter generasi muda.
Hobi menulis menjadi bagian penting dalam keseharian Rani. Ia kerap menyalurkan gagasan lewat esai dan cerpen, serta menulis opini yang mengangkat isu-isu sosial dan pendidikan. Menurutnya, menulis bukan sekadar hobi tetapi juga sarana untuk menyebarkan gagasan positif dan mengajak diskusi kritis di kalangan teman-teman seusia.
“Dijurusan IPS saya banyak belajar tentang pendidikan dan dinamika masyarakat, terlebih hobi saya menulis membuat lebih peka sama isu sosial dan pendidikan,” tambahnya.
Rani juga menaruh perhatian besar pada etika dan literasi digital. Ia berharap generasi muda bisa menjadi pengguna teknologi yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. “Jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya. Gunakan teknologi untuk belajar dan berkarya, bukan merugikan,” ujarnya.
Sebagai motto hidup, Rani mengutip, “Rangkailah Kehidupan dan Kematianmu Seindah Mungkin.” Baginya, ungkapan ini mengingatkan untuk selalu menjalani hari dengan penuh makna dan tanggung jawab, serta meninggalkan jejak yang baik bagi lingkungan dan orang lain.
Rani juga menaruh harapan besar bagi generasi muda secara umum. Ia ingin kaum muda menjadi agen perubahan yang menciptakan ruang digital sehat dan bermanfaat.
“Jaga etika berinteraksi di dunia maya, selektif terhadap informasi, dan gunakan kemampuan untuk membangun masyarakat yang lebih maju,” pungkasnya. (raqib)













