KUNINGAN (MASS) – Paguyuban Barudak Rantau Kuningan Sunda (BARAKUDA) menggelar peringatan Milangkala (hari jadi) ke-14 di Taman OSK (Open Space Kertawangunan), depan Terminal Tipe A Kertawangunan, Kabupaten Kuningan, Selasa (24/3/2026).
Ketua Paguyuban BARAKUDA, Ida Widanengsi, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan himpunan yang telah memasuki usia 14 tahun. Ia mengatakan keberlangsungan paguyuban tidak lepas dari kekompakan dan soliditas anggotanya.
Menurutnya, setiap tahun BARAKUDA rutin menggelar sejumlah agenda, seperti Milangkala, silaturahmi akbar, serta santunan anak yatim.
“14 tahun bukan waktu yang singkat, namun Alhamdulillah kami tetap kompak dan solid,” ujarnya.
Ia menyampaikan, saat ini, BARAKUDA telah berkembang dengan jaringan di tiga provinsi, yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten, serta memiliki 13 cabang di berbagai kota. Jumlah anggota tercatat sekitar 1.500 orang.
Menurut Ida, BARAKUDA merupakan paguyuban warga Kuningan yang merantau di kota-kota besar. BARAKUDA lahir dari semangat kebersamaan, terutama untuk saling membantu sesama perantau yang menghadapi kesulitan.
“Kami ingin menjadi keluarga bagi sesama perantau, sesuai slogan ‘salam satu cinta Barakuda’,” katanya.
Acara Milangkala ke-14 ini juga dihadiri oleh Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, bersama Wakil Bupati Tuti Andriani. Dalam sambutannya, Bupati Dian menekankan pentingnya peran paguyuban perantau dalam mendukung pembangunan daerah.
“Barakuda ini bukan sekadar organisasi silaturahmi, tetapi kekuatan sosial yang nyata. Ketika pemerintah bergerak dan diperkuat para perantau, maka pembangunan akan semakin cepat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kontribusi nyata para perantau dalam pembangunan desa, mulai dari infrastruktur hingga kegiatan sosial dan budaya. Menurutnya, perantau tidak hanya pulang membawa rindu, tetapi juga solusi bagi daerah asal.
Lebih lanjut, Bupati Dian menyampaikan optimisme terhadap perkembangan Kabupaten Kuningan yang dinilai menunjukkan tren positif, baik dari sisi pertumbuhan ekonomi maupun peluang investasi. Ia berharap momentum ini dapat dimanfaatkan, termasuk oleh para perantau yang ingin berkontribusi lebih besar.
Sementara itu, Wakil Bupati Tuti Andriani mengapresiasi kekompakan BARAKUDA yang dinilai mampu menjaga silaturahmi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kebersamaan ini adalah modal sosial yang sangat berharga. Ketika perantau tetap peduli terhadap kampung halamannya, maka pembangunan akan semakin kuat dan berkelanjutan,” tutur Amih Tuti sapaan akrabnya. (didin)













