Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Headline

Bangunan Senilai Rp 2,5 Milyar Dilelang Rp 300 Jutaan; Massa “Pasang Badan” Halangi Eksekusi Rumah di Desa Cikupa

KUNINGAN (MASS) – Proses eksekusi lelang di Desa Cikupa Kecamatan Darma pada Rabu (21/1/2026) pagi ini, ditolak sejumlah massa, baik unsur dari keluarga, masyarakat setempat, hingga ormas islam, serta ormas pergerakan lainnya.

Mereka nampak “pasang badan” di sekitar kediaman alm Hj Nanang dan Bidan Lilis Kurnia, rumah yang jadi sasaran eksekusi oleh Pengadilan Negeri (PN) Kuningan.

Advokat Dadan Somantri Indra Santana SH, kuasa hukum almarhum H Nanang semasa hidup, dalam orasinya mengutarakan ketidakpuasan keluarga soal eksekusi PN.

Pasalnya, dari sisa hutang ke Bank Mega, agunan rumah yang jika dinilai saat ini mencapai Rp 2,5 Milyar, justru dilelang dengan harga yang jauh di bawah itu, Rp 300 jutaan.

“Kami mohon tenggang waktu, berikan ruang kepada kami untuk melakukan langkah hukum, kami sedang melakukan gugatan melawan hukum. Kami akan gugat PTUN, atas kelalaian KPKNL Cirebon karena tidak teliti dan cermat ketika melaksanakan prosedur eksekusi,” ucapnya.

Ia menjamin, jika tidak dilakukan eksekusi lelang hari ini, dalam pekan ini juga gugatan ke PTUN segera dilayangkan. Justru, kata Dadan, kalo dipaksakan eksekusi rumah, akan ada aksi massa lanjutan ke Pengadilan Negeri.

Sementara, Kepala Desa Cikupa Kecamatan Darma, Meli Pemilia, juga mengutarakan hal yang sama. Sejauh yang ia tahu, warganya punya sisa hutang tinggal Rp 300 jutaan.

Dikatakan, warganya itu tidak tahu persisnya saat pengajuan lelang. Dan belakangan tiba-tiba sudah ada pemenang lelang (kabarnya Siti Khodijah) dari Kota Jombang.

Saat ini, kata Kuwu, ia mengaku tidak tahu eksekusi akan ditunda atau tidak mengingat kondisi-nya memang tidak kondusif.

“Warga menolak karena keberatan atas uang (hasil lelang) Rp 300 juta atas rumah yang nilainya Rp 2,5 Milyar,” jelasnya.

Sampai berita ini ditulis, nampak aparat keamanan dari TNI, Polisi dan PN Kuningan masih siaga di sekitar lokasi rumah sasaran eksekusi. (eki)

Advertisement
Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Trending

You May Also Like