KUNINGAN (MASS) – Bupati Kuningan Dr Dian Rachmat Yanuar didampingi Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar melakukan peninjauan ke kawasan Telaga Nilem di Desa Kaduela serta Mata Air Cipujangga di Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, pada Senin (19/1/2026).
Peninjauan itu dilakukan untuk melihat langsung kondisi debit air di kawasan tersebut yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.
Usai peresmian Mushola Ar-Rahmat, Selasa (20/1/2026), Bupati Kuningan menuturkan hasil pengecekan di lapangan menunjukkan adanya ketidaksesuaian debit air.
“Memang ada debit air yang tidak sesuai. Tapi ketidaksesuaian ini mungkin saja dengan ketetapan yang telah dikeluarkan sebelumnya itu bisa saja dipengaruhi faktor alam dan cuaca. Yang pasti, ini akan kita perbaiki dan sempurnakan karena perbedaannya cukup lumayan signifikan,” ujar Dian.
Ia menegaskan pemerintah daerah tidak ingin terburu-buru menyalahkan pihak tertentu, mengingat persoalan tersebut berkaitan dengan aturan dan kewenangan yang harus disinkronkan.
Dian juga mengungkapkan permasalahan tersebut telah berlangsung selama lebih dari puluhan tahun, sementara kepemimpinannya bersama Wakil Bupati baru berjalan sekitar 10 bulan.
“Persoalan Kuningan ini cukup banyak, kita sudah satu per satu. Pemerintah daerah tidak berdiam diri, semua persoalan harus ada proses dan membutuhkan waktu, progresnya harus bagus,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dian menyampaikan pihaknya akan melaksanakan rapat dengan Gubernur Jawa Barat serta Kementerian Kehutanan, termasuk pengelola Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), guna mencari solusi terbaik.
“Mohon doa, hari ini saya akan rapat dengan Pak Gubernur Jawa Barat dan Kementerian Kehutanan untuk menuntaskan persoalan ini. Mudah-mudahan segera ada solusi,” katanya.
Ia menjelaskan lambannya penyelesaian disebabkan keterbatasan kewenangan pemerintah daerah, karena kawasan tersebut berada di bawah Balai Taman Nasional Gunung Ciremai.
Meski demikian, sebagai representasi pemerintah pusat di daerah, Pemkab Kuningan tetap berkewajiban bergerak ketika ada persoalan yang berdampak pada masyarakat.
“Hari ini kami diundang oleh Pak KDM. Sema pihak akan saling membuka diri agar persoalan ini tidak berlarut-larut. Insyaallah, Nafasnya kita dengan TNGC, Pak Kapolres sesuatunya ingin berjalan dengan baik, sesuai dengan aturan, untuk Kuningan yang lebih baik,” pungkasnya. (didin)











