KUNINGAN (MASS) – Terkadang, akar dari semua persoalan, karena kita tidak mengerti pemahaman orang lain. Kalimat itulah yang disampaikan KH Husein Muhammad, tokoh NU sepuh yang memang dikenal berani mengutarakan gagasan-gagasan tentang kemanusiaan dan perempuan.
KH Husein Muhammad, menyampaikan pernyataan tersebut di hadapan awak media, yang menjadi peserta Live In Jurnalisme Konstruktif dan Kolaboratif Berbasis Komunitas, Jumat (16/1/2026).
Kegiatan Live In Jurnalisme ini, digelar komunitas Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) melibatkan jurnalis dari berbagai daerah. Kegiatan akan berlangsung selama 3 hari kedepan.
Selain untuk mengenal langsung komunitas JAI dengan terlibat langsung dalam kehidupannya, salah satu agendanya juga refleksi dan sharing tentang pemberitaan minoritas agama, dengan menghadirkan jurnalis Tempo, Shinta Maharani.
Live In Jurnalisme sendiri dibuka di Masjid Mubarak Cirebon. Selain menghadirkan KH Hussein Muhammad, hadir langsung dari Komunitas JAI, Humas JAI Pusat Yendra, Ketua JAI Cirebon dan Mubaligh JAI Cirebon Makmun Ahmad.

Kyai Hussein Muhammad, dalam kesempatan itu bercerita banyak kesan-kesan pertemuannya dengan kelompok JAI, termasuk pengalaman langsung ke tempat awal berkembangnya JAI di India.
Pendiri Fahmina Institute itu beranggapan, Mirzaghulam Ahmad, pendiri Ahmadiyah, merupakan sosok Sufi Falsafi yang banyak terinspirasi dari pemikiran Al Hallaj dan Ibn Arabi, terutama tentang pemahaman Wahdatul Wujud.
Meski tokoh NU, Kyai Hussein tak kagok menyebut pendiri Ahmadiyah, adalah tokoh yang nampaknya ingin mencontoh jalan hidup seperti apa yang dilalui Nabu Muhammad SAW.
Selain itu, Kyai Husein juga menyinggung soal banyak stigma negative terhadap kelompok Ahmadiyah. Banyak yang mengira ibadahnya tak sama, sepetti shalat atau ibadah hajinya bukan ke Mekkah. Padahal anggapan itu keliru.
“Terkadang akar dari semua persoalan, karena kita tidak mengerti pemahaman orang lain,” ujarnya.
Acara Live In Jurnalisme sendiri tak selesai di Cirebon. Setelah dibuka di Masjid Mubarok, peserta diarahkan ke komunitas JAI Manislor, untuk bersentuhan langsung dengan jemaah. (eki)










