KUNINGAN (MASS) – Musibah bisa datang kapan dan di mana saja, tanpa kita sangka-sangka. Tidak ada seorang pun yang dapat menghindari musibah, karena itu adalah bagian dari kehidupan yang pasti akan dialami oleh setiap manusia.
Namun, yang membedakan antara orang yang beriman dan orang yang tidak beriman adalah bagaimana mereka menghadapi musibah tersebut.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)
Ayat di atas menunjukkan bahwa musibah adalah salah satu bentuk cobaan dari Allah SWT untuk menguji kesabaran dan keimanan hamba-Nya. Oleh karena itu, kita sebagai orang yang beriman harus siap menghadapi musibah dengan sabar dan syukur.
Rasulullah SAW bersabda: “Yang penting bukanlah apa yang menimpamu, tetapi bagaimana kamu menghadapinya.” (HR. Muslim)
Sabda Rasulullah SAW di atas menunjukkan bahwa musibah bukanlah akhir dari segalanya, tetapi bagaimana kita menghadapinya dengan sabar dan syukur. Dengan demikian, kita dapat mengubah musibah menjadi kesempatan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.
Dalam menghadapi musibah, kita dapat melakukan beberapa hal berikut: menerima musibah dengan sabar dan syukur, berdoa kepada Allah SWT untuk meminta pertolongan dan kekuatan, meningkatkan amal ibadah dan ketaqwaan kepada Allah SWT, dan bersedekah dan membantu orang lain yang membutuhkan.
Dari ayat Al-Qur’an dan Hadits di atas menunjukkan bahwa musibah adalah bagian dari kehidupan yang pasti akan dialami oleh setiap manusia. Oleh karena itu, kita harus siap menghadapi musibah dengan sabar dan syukur, serta meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.
Semoga kita dapat menghadapi musibah dengan sabar dan syukur, serta meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Amin.
Imam Nur Suharno
Pembina Korps Mubaligh Husnul Khotimah Kuningan Jawa Barat










