JATIM (MASS) – Afita Haniy Phitaloka wanita muda berusia 21 tahun asal Mojokerto, Jawa Timur, mencuri perhatian publik dengan berbagai kiprah dan prestasinya. Latar belakang pendidikannya di bidang Ilmu Komunikasi dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA) membuatnya siap bersaing di dunia global. Menariknya, ia juga merupakan penerima beasiswa penuh pada program Aspire di Harvard University Business School, USA.
Afita tidak hanya seorang pelajar, tetapi juga sosok yang aktif terlibat dalam berbagai organisasi sosial dan kegiatan kepemudaan. Ia merupakan Puteri Indonesia Prestasi 2025 yang didukung oleh Dinas Pendidikan dan Kemendikbud RI. Selain itu, ia juga terlibat sebagai Duta Inspirasi Indonesia dari Kemenpora RI dan Duta Persada Nusantara.
Keterlibatannya dalam aktivitas sosial tak main-main. Afita telah berhasil menjadi Advokator Muda SDGs Pilar Pendidikan untuk United Nations Association Indonesia dan Program Coordinator untuk Asia-Pacific Students for Liberty di USA. Ia telah mengimplementasikan lebih dari 30 program dan proyek pendidikan, kesejahteraan anak, dan penguatan kepemimpinan perempuan di tingkat nasional dan internasional.
Afita juga mendapatkan undangan dari UNICEF perwakilan Indonesia untuk menghadiri Forum Global yang melibatkan 12 negara dalam diplomasi kesejahteraan pendidikan anak. Ini menjadi bukti bahwa dedikasinya tidak hanya diakui di tingkat lokal, tetapi juga internasional.
Hobi Afita termasuk public speaking, menulis, dan membaca, yang mendukung kompetensinya dalam bidang sosial-edukatif. Ia sangat peduli terhadap isu pendidikan, politik kesejahteraan anak, kesetaraan gender, kepemimpinan pemuda, komunikasi publik, dan pengembangan diri.
“Ketika perempuan berani bersuara dan bergerak melalui pendidikan, kita sedang membuka masa depan yang lebih adil bagi generasi berikutnya,” ungkapnya kala diwawancara kuninganmass.com pada Sabtu (10/1/2026).
Saat ini, Afita sedang fokus pada pengembangan dan implementasi proyek pendidikan dan literasi. Ia juga menjalani kegiatan mentoring untuk pemuda dan advokasi dalam kesejahteraan anak serta kesetaraan gender melalui program sosial, pelatihan, dan kolaborasi lintas sektor.
“Terus belajar, berani bersuara, dan gunakan potensi yang dimiliki untuk memberi dampak bagi sekitar. Perubahan tidak selalu dimulai dari posisi besar, tetapi dari keberanian untuk peduli dan konsisten,” pesannya. (raqib)










