Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Rakor dan evaluasi P3H Muhammadiyah, Sabtu (10/1/2026). (Foto: eki)

Bisnis

Tahun 2025, LP3H Muhammadiyah Fasilitasi 6.000 UMKM Kuningan Dapat Sertifikat Halal, Gratis!

KUNINGAN (MASS) – Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat baru saja menggelar Rakor dan Evaluasi P3H, Sabtu (10/1/2026) pagi ini.

Rakor dan Evaluasi P3H sendiri digelar di Aula Kampus Universitas Muhammadiyah (UM) Kuningan denagn diikuti puluhan pendamping halal di wilayah 3 Cirebon alias Ciayumajakuning.

Nampak hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur HalalMu PW Jawa Barat Alan Barok Ulumudin M Pd, Rektor UM Kuningan Dr Wawang Anwarudin M Sc, Kabid UMKM Diskopdagperin Alvin Fitranda ST M Si, dan Warek UM Kuningan E Sukisno M Pd.

Dalam laporan Korwil P3H Wilayah 3 Cirebon sekaligus penanggung jawab kegiatan, Didin Miftahudin, terungkap bahwa pada tahun 2025 kemarin, upaya percepatan pendampingan sertifikat halal di Kabupaten Kuningan, hasilnya menggembirakan.

Dimana P3H Muhammadiyah berhasil memfasilitasi 6.000 UMKM Kuningan untuk menerbitkan sertifikat halal. “Ini bukan hanya administratif, tapi mencerminkan komitmen kolaborasi pelaku usaha,” jelasnya dalam sambutan.

Dikatakan, pendampingan percepatan sertifikat halal (gratis untuk UMKM) ini merupakan program Pemerintah Pusat melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, BPJPH RI.

Dimana untuk tahun 2026, LP3H Muhammadiyah mendapat kouta pendampingan sertifikat gratis sebanyak 1,35 juta UMKM secara nasional. Kuningan, kata Didin, targetnya bisa 1% dari angka tersebut.

Direktur HalalMu saat Rakor dan Evaluasi P3H Sabtu (10/1/2026). (Foto: eki)

Direktur HalalMu PW Jawa Barat Alan Barok Ulumudin M Pd, juga menguraikan hal senada. Bahkan, melalui sertifikat halal ini, ia memastikan antara NIB dan usaha di lapangan tidak berbeda, data valid, by name by adress.

“(Pendampingan ini merupakan) Program pemerintah untuk suksesi seluruh UMKM pada Oktober 2026 sudah sertifikat halal semua,” kata Alan Barok.

Selain sudah bersinergi dengan Pemerintah Pusat, Direktur HalalMu juga berharap sinergi bisa terjalin dengan Pemerintah Daerah, termasuk Kabupaten Kuningan.

Di lapangan, kata Alan, pendamping masih mengalami beberapa kendala mulai dari kepercayaan keamanan data, sampai keluhan pelaku usaha yang pernah di data oleh lembaga lain, tapi sertifikatnya tidak kunjung terbit.

Selain sinergi untuk hal itu, Alan mengaku pihaknya juga terbuka jika Pemerintah Daerah ikut mendorong dan support UMKM lokal dapat sertifikasi halal, di luar target nasional P3H Muhammadiyah yang sudah ditentukan.

Kegiatan P3H Muhammadiyah ini juga direspon baik Diskopdagperin Kabupaten Kuningan. Kabid UMKM, Alvin, yang juga membuka kegiatan, mengaku semangat percepatan ini senafas dengan apa yang ditargetkan Bupati Kuningan untuk UMKM Melesat, yang salah satu indikatornya adalah tertibnya administrasi usaha.

Apresiasi baik juga ditunjukkan Kampus UM Kuningan. Rektor Dr Wawang Anwarudin M Sc, bahkan menyambut pelaku UMKM dengan menjanjikan program beasiswa keluarga pelaku usaha kecil. Apalagi, saat ini saja, Lembaga P3H Muhammadiyah mengkaryakan mahasiswa IT UM Kuningan dengan pola kerja mempekerjakan tim input sebanyak 15 orang sebagai pendamping halal.

Pemberian hadiah untuk pendamping paling produktif, Sabtu (10/1/2026). (Foto: eki)

Dalam kegiatan sendiri, sempat diumumkan pendamping-pendamping berpestasi yang bekerja giat dan banyak menggandeng UMKM untuk sertifikat halal. Ada 3 orang yang mendapat apresiasi tersebut, bahkan sampai diberi hadiah gadget. Luar biasanya, dalam waktu sekitar 3-4 bulan saja, ada satu pendamping yang berhasil meyakinkan sekitar 1.000 UMKM untuk difasilitasi sertifikat halal. (eki)

Advertisement
Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Trending

You May Also Like