KUNINGAN (MASS) – Anggaran Dana Desa mengalami pemangkasan yang cukup siginifikan karena dialihkan untuk program Koperasi Desa Merah Putih. Hal itu diamini Kabid Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kuningan Hamdan Harismaya S Kom MSi saat diwawancara di kantornya, Senin (5/1/2026).
Tidak tanggung-tanggung, pemangkasan anggaran ini mencapai sekitar 50-60%. Meski begitu, Hamdan meminta masyarakat untuk bersabar.
“Kalau terpengaruh, sekarang sampai Rp 300 jutaan memang iya, tapi kita terima sajalah, (untuk pembangunan lainnya) ya tunda saja lah, nanti dana desa yang sekitar 50-60% nya digunakan untuk pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih,” ujarnya.
Berkaitan dengan anggaran tahun 2026, Hamdan menyatakan sudah ada pengurangan pagu indikatif, namun Peraturan Menteri Keuangan (PMK)-nya belum turun. “Kaitan dengan anggaran tahun ini, 2026 sudah terpotong, sudah ada pagu indikatif, memang PMK-nya belum turun,” tandasnya.
Sebelumnya, program-program tertentu biasanya tercover dari dana desa yang sebesar 1,2 miliar. Saat ini Pemdes dan masyarakat terdampak perlu beradaptasi dengan anggaran yang tersedia.
“Jadi untuk program yang biasanya tercover dari DD yang Rp 1,2 Miliar itu sekarang seadanya aja, Pa Kuwu itung-itung istirahat, wayahna masyarakat kasih edukasi mengenai ini bahwa ini DD turun,” tambahnya.
Kuwu diminta dapat memanfaatkan situasi ini dengan baik, dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penurunan dana desa. Meskipun ada pemangkasan, anggaran yang dipangkas itu akan dijadikan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. “Walaupun dipangkas tapi kita akan dapat bangunan koperasi desa merah putih,” pungkasnya. (raqib)









