KUNINGAN (MASS) – Isra Mi’raj adalah salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang menjadi momentum bagi Nabi Muhammad SAW untuk menerima perintah shalat lima waktu. Namun, peristiwa ini juga mengandung pelajaran berharga tentang kepemimpinan yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks kepemimpinan saat ini.
Pelajaran Kepemimpinan
Dalam perjalanan Isra Mi’raj Nabi SAW terdapat banyak pelajaran penting, salah satunya tentang kepemimpinan.
Pertama, keteguhan dan kepercayaan diri. Nabi Muhammad SAW menunjukkan keteguhan dan kepercayaan diri yang luar biasa ketika menghadapi tantangan dan kesulitan dalam perjalanan Isra Mi’raj. Sebagai pemimpin, kita harus memiliki kepercayaan diri dan keteguhan dalam menghadapi tantangan.
Kedua, komunikasi dengan Ilahi. Nabi Muhammad SAW menerima wahyu langsung dari Allah SWT dalam peristiwa Isra Mi’raj. Ini menunjukkan pentingnya komunikasi dengan Tuhan dalam kepemimpinan, yaitu dengan selalu berdoa dan meminta petunjuk dari-Nya.
Ketiga, kesabaran dan ketabahan. Nabi Muhammad SAW menunjukkan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi kesulitan dan tantangan. Sebagai pemimpin, kita harus memiliki kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi kesulitan.
Keempat, kewajiban dan tanggung jawab. Nabi Muhammad SAW menerima perintah shalat lima waktu sebagai kewajiban dan tanggung jawab sebagai pemimpin umat. Sebagai pemimpin, kita harus memiliki kesadaran akan kewajiban dan tanggung jawab kita.
Implementasi Kepemimpinan
Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan sebagai upaya mengimplementasikan nilai-nilai Isra Mi’raj dalam kepemimpinan di semua tingkatan.
1. Membangun Kepercayaan Diri. Pemimpin harus memiliki kepercayaan diri dan keteguhan dalam menghadapi tantangan.
2. Komunikasi yang Efektif. Pemimpin harus memiliki komunikasi yang efektif dengan tim dan stakeholders lainnya.
3. Kesabaran dan Ketabahan. Pemimpin harus memiliki kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi kesulitan dan tantangan.
4. Kesadaran akan Kewajiban dan Tanggung Jawab. Pemimpin harus memiliki kesadaran akan kewajiban dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin.
Walhasil, Isra Mi’raj mengandung pelajaran berharga tentang kepemimpinan yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, sebagai pemimpin, kita harus memiliki kepercayaan diri, komunikasi yang efektif, kesabaran, dan kesadaran akan kewajiban dan tanggung jawab kita.
Dengan demikian, kita dapat menjadi pemimpin yang efektif dan membawa kesuksesan bagi organisasi dan masyarakat. Semoga.
Oleh: Imam Nur Suharno, Pembina Korps Mubaligh Husnul Khotimah Kuningan Jawa Barat









