Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Almarhumah Encin saat melawan kanker yang menggerogoti selangkangan kaki. (Foto: edit eki)

Headline

Berjuang Lawan Kanker, Sempat Diadukan ke Bupati dan PKK, Encin Meninggal Dunia

KUNINGAN (MASS) – Innalillahi wa innailahi rojiun. Kabar pilu datang dari Encin, perempuan setengah baya yang tengah berupaya melawan kanker. Perjuangannya kini usai, ia tutup usia di awal tahun 2026 ini.

Sebelumnya, almarhumah Encin tetap semangat berjuang melawan penyakit yang dideritanya selama ini. Almarhum yang berasal dari Desa Sindangsari Kecamatan Sindangagung itu, beberapa kali harus pindah rumah sakit.

Mulanya, ia sempat dirawat di RSUD 45 Kuningan. Almarhumah, saat itu menderita kanker yang menggerogoti selangkangan, sempat dirujuk ke RS Gunungjati Cirebon, sebelum akhirnya dirujuk lagi ke RS Hasan Sadikin Bandung.

Mendapat rujukan ke RS Hasan Sadikin Bandung, ternyata tidak mudah. Selama 5 bulan terakhir almarhumah terkatung-katung di rumah singgah. Alih-alih bisa ditangani, ia justru tak selamat.

Kisah pilu itulah yang diceritakan Kyai Dadang Komarudin alias Ang Dako, pimpinan Ponpes Al Basith didampingi Ki Anom Al Aziz. Keduanya merupakan tokoh agama yang terus mensupport almarhumah, meski pada akhirnya tak selamat.

“Innalillahi wa innailahi rojiun…… Allah lebih sayang kepada beliau,” ujar Ki Anom, menginformasikan kabar duka tersebut, Jumat (2/1/2026).

Sembari mendoakan almarhumah, Ki Anom mengaku sedikit menyesalkan proses perjuangan yang dianggap belum maksimal, terutama jalur birokrasi.

Karena saat terkatung-katung di rumah singgah itu, Ki Anom mengaku sempat meminta bantuan Pemkab Kuningan, melalui PKK -mitra pemerintah yang menaungi pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga-, bahkan Ang Dako sampai mengadu ke Bupati via ajudan.

“Yang mengiris hati, dimana peran pemerintah sejauh ini? Apakah sibuk dengan MELESAT-nya sampai seseorang yang tengah berjuang melawan penyakit bisa terabaikan?” kata Ki Anom, getir.

Padahal, lanjutnya, peran PKK sebagai mitra pemerintah harusnya membangun kesejahteraan keluarga, khususnya melalui perempuan, sebagai unit terkecil di masyarakat melalui 10 program PKK, dimana salah satunya mencakup kesehatan dan ekonomi.

“Itulah (keterlambatan respon pemerintah hingga almarhumah berpulang) yang kami rasakan duka yang paling dalam. Selamat jalan ibu Encin, surga menantimu. Semoga amal ibadahmu diterima di sisi allah,” ujar Ki Anom dan Ang Dako, mendoakan. (eki)

Advertisement
Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

You May Also Like