KUNINGAN (MASS) – Aktivitas pembukaan lahan dan penebangan pohon secara masif di kawasan kaki Gunung Ciremai menimbulkan kekhawatiran akan terganggunya keseimbangan alam serta meningkatnya potensi bencana, terutama saat musim hujan.
Keresahan tersebut disampaikan oleh mahasiswa asal Palutungan, Ade, yang menilai pembangunan di kawasan pegunungan perlu dilakukan dengan sangat hati-hati dan mempertimbangkan aspek lingkungan secara menyeluruh. Ia menegaskan, sikap tersebut bukan bentuk penolakan terhadap pembangunan, melainkan wujud kepedulian terhadap keselamatan masyarakat dan keberlanjutan alam.
Sebagai putra daerah yang lahir dan besar di Palutungan, Ade mengaku memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan kegelisahan warga. Menurutnya, masyarakat yang tinggal di bawah kaki Gunung Ciremai berpotensi menjadi pihak yang paling terdampak jika pembangunan dilakukan tanpa kajian lingkungan yang matang.
“Kami tidak ingin warga harus menanggung risiko bencana akibat pembangunan yang kurang memperhatikan kondisi alam. Kita bisa belajar dari kejadian di daerah lain, seperti di Sumatra, di mana kerusakan lingkungan berujung pada longsor dan banjir yang merugikan masyarakat luas,” ujar Ade, Kamis (1/1/2026).
Ade menekankan pembangunan di kawasan pegunungan seharusnya dilakukan secara transparan dan berbasis kajian lingkungan yang komprehensif. Ia menilai keterbukaan informasi kepada masyarakat sangat penting agar warga memahami arah pembangunan serta potensi dampak yang mungkin terjadi di kemudian hari.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat, khususnya warga Palutungan, untuk lebih peduli terhadap isu lingkungan dan berani menyuarakan pendapat. Menurutnya, kesadaran dan kepedulian kolektif menjadi kunci agar pembangunan dapat berjalan selaras dengan prinsip keselamatan dan kelestarian lingkungan.
“Pembangunan tidak boleh hanya dilihat dari sisi infrastruktur semata, tetapi juga harus mengutamakan keselamatan masyarakat dan kelestarian alam. Suara masyarakat, termasuk mahasiswa, perlu didengar agar kebijakan yang diambil tidak menimbulkan masalah di masa depan,” tambahnya.
Ade berharap isu pembangunan di kawasan Palutungan tersebut menjadi perhatian bersama, sehingga pemerintah dan pihak terkait dapat melakukan evaluasi serta memastikan setiap proses pembangunan tidak mengorbankan lingkungan dan keselamatan warga. (didin)










