KUNINGAN (MASS) – Kualitas guru menjadi faktor kunci dalam meningkatkan pendidikan di Indonesia. Dr. Udin Khaerudin, M.Pd., Kasi Kurikulum dan Penilaian SMP, menjelaskan pentingnya pemahaman dan penerapan konsep pembelajaran deep learning oleh para guru, saat podcast belum lama ini.
Menurut Dr. Udin, guru harus mumpuni dalam kreativitas dan inovasi untuk menyajikan pembelajaran yang lebih menarik dan bermanfaat bagi siswa. “Bukan hanya sekadar mengajar, tetapi juga harus mampu membuat siswa lebih aktif dan terlibat dalam proses belajar,” jelasnya.
Dalam konteks ini, diskusi yang lebih banyak dan berpola student-centered sangat dianjurkan. Pembelajaran yang berfokus pada peserta didik ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis yang diperlukan siswa di masa depan.
“Pembelajaran tidak boleh didominasi oleh guru. Kognitif siswa harus lebih diperbanyak,” tambahnya.
Salah satu inti dari pendekatan ini adalah kemampuan guru untuk menggali dan mengenali keberagaman karakter serta kemampuan siswa. Dengan memahami masing-masing siswa, guru bisa menciptakan ruang pembelajaran yang mendukung eksplorasi pengetahuan mereka. Dalam ruang kelas, kolaborasi dan diskusi antara siswa pun harus ditingkatkan.
Udin memberikan contoh konkret tentang bagaimana penerapan metode pembelajaran dapat dilakukan. Misalnya, dengan memberikan isu atau masalah yang harus dipecahkan bersama oleh siswa. Ini bisa dilakukan baik secara individu maupun dalam kelompok.
Melalui kegiatan ini, siswa terstimulasi untuk menganalisis permasalahan dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis mereka. Belajar secara aktif juga membuat siswa lebih mudah memahami materi yang diajarkan.
Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, Udin berharap para guru dapat terus belajar dan mengembangkan keterampilan mereka. Dengan penerapan konsep deep learning yang baik, para siswa diharapkan tidak hanya menjadi penonton pasif, tetapi juga aktor aktif dalam proses belajar. Ini akan mengarah pada pengembangan individu yang lebih mandiri, kreatif, dan kritis.
“Dengan pendekatan problem-based learning, siswa diharapkan dapat lebih terlibat dalam proses belajar, sehingga mereka menjadi lebih kritis dan kreatif,” tandasnya. (raqib)









