Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Notice: Trying to get property 'post_excerpt' of non-object in /home/kuninganmass/public_html/wp-content/themes/zoxpress/zoxpress/parts/post/post-img.php on line 35

Government

44 Ponpes Tarung di Futsal PCNU Cup

 KUNINGAN (MASS)- Masih dalam rangkaian Peringatan Hari Santri Nasional, PCNU Kuningan menggelar turnamen futsal bertajuk  PCNU Cup.

Turnamen ini dihelat  antar Santri se-Kabupaten Kuningan dilaksanakan selama dua hari  yakni 28-29 Oktober 2020. Total ada 44 tim dari Pondok Pesantren yang ada di Kabupaten Kuningan.

Turnamen dibuka oleh Wabup Kuningan HM Ridho Suganda  di Lapangan Abah Madja Futsal, Rabu (28/10/2020). Para peserta tampak antusias mengikuti turnamen futsal.

Wabup menyebutkan, santri tidak hanya harus mengusai ilmu agama saja, namun santri juga harus mampu meningkatkan kualitasnya dengan menguasai teknologi.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional ke-6 Tahun 2020 itu, Wabup memandang bahwa revolusi industri 4.0 dan era tranformasi digital membawa perubahan besar teknologi dalam tatanan masyarakat yang melanda semua sektor sosial, budaya dan ekonomi.

“Jadi para santri sekarang tidak hanya harus menguasai kitab kuning dan ilmu-ilmu agama lain, tapi justru sekarang santri itu harus melek teknologi digitalisasi,” jelasnya.

Santri itu harus bisa melihat jauh kedepan, karena dihadapkan dengan tantangan-tantangan yang nantinya membutuhkan keahlian-keahlian disisi digital atau internet.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menurutnya, santri harus melek teknologi karena para santri berperan penting dalam pembangunan bangsa sejak awal terbentuk.

Dalam sejarah bangsa, sambungnya, santri terlibat dalam pembangunan budaya, mencerdaskan bangsa melalui lembaga pendidikan, dan berjuang melawan penjajah.

“Di tengah revolusi industri 4.0, santri harus kreatif, inovatif, dan adaptif terhadap nilai-nilai baru yang baik sekaligus teguh menjaga tradisi dan nilai-nilai lama yang baik” ujarnya.

Santri tidak boleh kehilangan jati dirinya sebagai muslim yang berakhlakul karimah. Mudah-mudahan juga  dari pemerintah daerah bisa mensuport kegiatan para santri untuk bisa menuju santri yang mempunyai keilmuan teknologi yang tinggi.

Terkait dengan kegiatan futsal yang dilaksanakan, Wabup menyampaikan apresiasi kepada PCNU sebagai penyelenggara, karena selain sebagai kegiatan olahraga bagi santri, menurutnya, futsal juga sebagai salah satu pengalihan kegiatan yang tidak positif.

“Silahkan bermain futsal, silahkan berolahraga untuk menghindari hal-hal yang tidak berguna. Semangat, junjung tinggi sportifitas, raihlah kemenangan dengan cara yang sportif, karena kita harus menjadi juara yang sejati,” pungkasnya.(agus)

Advertisement. Scroll to continue reading.
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Bank Kuningan

You May Also Like

Advertisement