KUNINGAN (MASS) – Tak sedikit Kepala desa di Kabupaten Kuningan mengeluhkan pemotongan dana desa (DD) yang sebelumnya bisa mencapai satu miliar per desa, kini tinggal Rp 300 jutaan saja. Padahal aspirasi warga desa juga cukup banyak, mulai dari pembangunan jalan dusun, kegiatan-kegiatan, ataupun jalan tani, bansos dan lain sebagainya. Pemotongan ini dialihkan untuk alokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Menanggapi hal itu, Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar M Si, menjelaskan konteks kebijakan anggaran yang sedang berjalan. Ia menegaskan fokus penggunaan anggaran diarahkan pada percepatan KDMP, namun tetap mempertimbangkan kebutuhan prioritas lain di desa, seperti perbaikan jalan dan infrastruktur dasar yang akan di realisasikan secara bertahap.
“Ya kan bertahap, setahun kemarin 2025 dengan anggaran yang terbatas, kita telah memberikan ratusan ruas jalan. Hari ini kita akan menggeber lagi prosesnya,” paparnya.
Sembari itu, Dian juga menjelaskan perencanaan perbaikan jalan sekarang terus dilanjutkan. Ia menegaskan renovasi dan rehabilitasi jalan membutuhkan waktu panjang dan anggaran besar, sehingga diprogramkan secara bertahap.
“Lelang itu akan kita mulai. Mungkin sekarang, Februari, pertengahan atau menjelang akhir, Saya sih inginnya perbaikan jalan itu dimulai sebelum Lebaran, Saya pernah sampaikan renovasi, rehabilitasi, perbaikan jalan itu membutuhkan waktu yang panjang,” tambahnya.
Bupati juga menyatakan ia telah menyiapkan roadmap untuk perubahan kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Kuningan. Meski anggaran awal tahun itu defisit atau minus, ia menegaskan perubahan tetap bisa berjalan dengan pola bertahap dan fokus pada prioritas utama.
“Insya Allah saya sudah ada roadmap nya. Dua tahun, tiga tahun kedepan mudah mudahan jalan jalan di Kuningan sudah berubah. Jadi kan butuh kesabaran. Ini kan menggunakan sumber daya yang luar biasa, anggaran yang sangat besar. Sedangkan kan kita tahu sendiri anggaran Kabupaten Kuningan kemarin sudah minus. Kita selesaikan secara bertahap. Mohon kesabarannya ya,” pungkasnya. (raqib)
















