Yusron Bakal Maju dari Partai Islam

KUNINGAN (MASS) – Meski sekarang sudah punya jabatan tinggi sebagai kepala Kemenag Ciamis, H Yusron Kholid MSi nampaknya memiliki niatan kuat mencalonkan wakil bupati di Kuningan. Tekad untuk menghibahkan dirinya untuk masyarakat Kuningan betul-betul diperlihatkan.

Ini ditandai dengan intensnya komunikasi politik yang dilakukan Yusron selama ini. Terutama dengan petinggi partai yang punya kesamaan ideologis dengannya. Salah satunya dengan KH Roma Hurmuziy, ketua DPP PPP.

“Komunikasi awal dengan DPP PPP insaallaah sudah deal, khususnya ketika Pak Roma Hurmuziy ketum DPP PPP ke Kuningan. Jadi jauh sebelum H Uus dilantik jadi ketua DPC PPP saya sudah intens bicara dengan Kang Arya Permana Graha, Wasekjen DPP PPP,” ungkapnya kepada kuninganmass.com Senin (4/9).

Ia mengakui belum menjalin komunikasi secara formal dengan DPC PPP Kuningan. Tak heran jika H Uus Yusuf SE selaku ketuanya belum menyebut nama dirinya yang berencana maju dari partai berlambang Ka’bah tersebut.

“Oleh sebab itu, saya hormati dinamika di DPC PPP yang belum sebut nama saya.
Sepertinya keluarga besar kemenag dan sebahagian besar ulama Kuningan sudah mafhum, bahwa saya akan berangkat dari PPP,” ujar mantan pejabat Kemenag Kuningan itu.

Insaallaah, imbuh Yusron, ia tak lama lagi akan komunikasi dengan DPC PPP.
Selain itu, bila situasi memungkinkan pihaknya pun akan ikut penjaringan di DPC PKB.

“Sebab saya ingin tegaskan bahwa sebagai birokrat yang berbasis agama serta pernah aktif di parpol, saya siap mengawal kebijakan daerah dengan penyempurnaan ruh agama dalam kepemerintahan,” tekad jebolan S2 konsentrasi Tata Negara itu.

Sebagai keluarga besar NU, tandas Yusron, ia berhak untuk andil mengawal kepemimpinan di daerah. Namun sekali lagi dirinya menegaskan siap menghormati mekanisme DPC sebagai prosedur penjenjangan administratif yang selanjutnya dimaklumkan DPW. Keputusan akhir ada di DPP.

“Saya kira DPP PKB juga akan resfek kepada saya sebagai putera jajaran pendiri NU Kuningan,” ucap pembina Bima Suci yang punya barisan ulama, pesantren dan barisan keluarga besar madrasah tersebut.

Komunikasi dengan pusat akan terus ia buka. Ini menunjukkan konsistensinya yang siap dicalonkan. Jika parpol mengharuskan dirinya ikuti mekanisme, itu akan menjadi pertimbangan  khusus.

“Apabila parpol mengharuskan saya ikuti mekanisme, insaallah menjadi pertimbangan khusus. Dan insaallah saya jelas dan tegas dalam setiap tindakan,” pungkasnya. (deden)

 

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com