Usia Ekonomis Bangunan Puskesmas Cijoho 15 Tahun, Tapi…

KUNINGAN (Mass) – Dalam dokumen, usia ekonomis bangunan (UEB) Puskesmas Kuningan di Cijoho yang dijanjikan pemborong sebetulnya 15 tahun. Namun belum juga setahun, bangunan di lantai dua roboh dan membuat tidak nyaman pasien.

Ini terungkap dalam rapat Komisi IV DPRD Senin (14/8). H Ujang Kosasih MSi selaku ketua komisi tersebut menanyakan hal tersebut. Kebetulan hadir dari Dinkes, para konsultan, para pengawas, KPA (kuasa pengguna anggaran), PPTK dan juga pihak ketiga.

“Dalam dokumen yang sudah dibundel dalam buku, UEB yang dijanjikan itu 15 tahun. Tapi sayang klausul tak dilengkapi dengan sebuah penjelasan. Kita ingin kedepannya, UEB ini berimplikasi terhadap kejadian seperti ini,” ungkap Ujang usai rapat.

Proyek rehab total puskesmas tersebut nilainya lebih dari Rp900 juta. Pemborongnya, Yoyo, yang hadir dalam rapat itu. Tahun ini ada lanjutan rehab dengan pagu Rp200 juta, beda pemborong. Menurut Ujang, Yoyo selaku pihak ketiga siap ikut bertanggungjawab bersama Dinkes untuk proaktif memperbaiki.

“Kalau ini jadi persoalan yang ditangani pihak berwajib, kami tak ikut campur. Kami hanya menekankan agar bagaimana pelayanan puskesmas terhadap masyarakat tidak terganggu tanpa dipenuhi rasa was-was ambruk,” tandas politisi PKB itu.

Tak heran jika dirinya meminta agar Dinkes segera mengosongkan puskesmas. Rencananya, pekan depan akan pindah sementara ke gedung GOW. Dengan begitu, bangunan puskesmas bisa diperbaiki sebagaimana harusnya.

“Kejadian ini jadi pelajaran serius kadinkes. Karena pekerjaan sudah diawasi, kemudian diserahkan ke dinkes. Sebenarnya jadi tanggungjawab dinkes. Tapi baiknya seperti apa, silakan selesaikan dengan baik antara dinkes, konsultan, pengawas dan pihak ketiga,” tukasnya. (deden)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com